Profil Rasa Air Mineral Dipengaruhi Komposisi Mineral Berbeda

Smallest Font
Largest Font

Rasa air mineral yang berbeda-beda seringkali membuat konsumen merasa bahwa setiap merek memiliki karakteristik unik.

Fenomena ini bukan sekadar sugesti atau akibat penambahan zat, melainkan hasil dari kandungan mineral yang terlarut dalam air saat mengalir melalui lapisan batuan di dalam bumi.

Menurut Prof. Dr. rer. nat. Agustino Zulys, Guru Besar FMIPA Universitas Indonesia, air murni (H2O) sebenarnya tidak memiliki rasa dan cenderung terasa hambar berdasarkan pengujian organoleptik.

Rasa yang muncul pada air kemasan merupakan hasil dari mineral alami seperti kalsium, magnesium, natrium, kalium, bikarbonat, dan klorida yang terkandung di dalamnya.

Setiap ion mineral memberi karakter rasa berbeda, sehingga komposisi mineral menentukan sensasi yang dirasakan di lidah.

Contohnya, perpaduan takaran seimbang antara bikarbonat, kalsium, dan magnesium menghasilkan rasa segar dan manis alami yang bukan berasal dari gula tambahan atau pemanis buatan.

Namun, kadar magnesium dan kalsium yang tinggi dapat menyebabkan air terasa berat dan meninggalkan rasa pahit, sementara kelebihan natrium dan klorida berpotensi memberikan rasa asin.

Prof. Zulys menjelaskan bahwa lidah manusia dapat berfungsi sebagai alat analisis kimia alami yang mampu membedakan perbedaan komposisi mineral tersebut.

Riset sensori menunjukkan bahwa air mineral dengan keseimbangan mineral yang tepat lebih disukai karena memberikan sensasi ringan dan menyegarkan, sehingga mendorong konsumsi air yang lebih banyak demi hidrasi optimal.

Konsumen disarankan untuk selalu memeriksa label komposisi mineral pada kemasan air mineral guna mengetahui kandungan pasti yang terkandung di dalamnya.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed