PSIM Jogja Matangkan Persiapan Menjelang Super League 2026-2027
PSIM Yogyakarta mematangkan serangkaian agenda tradisi, permohonan restu, hingga simulasi pertandingan jelang bergulirnya kompetisi Super League 2026-2027 pada 4 September mendatang. Rangkaian persiapan Laskar Mataram ditandai dengan ziarah ke makam raja, pertemuan dengan Gubernur DIY, serta peresmian skuad pada Sabtu (29/8/2026).
Jajaran manajemen, tim pelatih, dan pemain mengawali agenda tahunan dengan mendatangi makam raja-raja Mataram di Kotagede dan Imogiri pada Rabu (26/8/2026). Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari pemaknaan identitas klub yang berakar kuat pada sejarah Yogyakarta.
"Ziarah ini cara kami merawat ingatan terhadap sejarah panjang dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu," kata pemain PSIM, Savio Sheva Maresca dilansir dari laman klub.
Langkah penanaman nilai sejarah tersebut dirasakan langsung oleh skuad Laskar Mataram saat mengenakan seragam kebanggaan.
"Berada di sini membuat kami sadar bahwa lambang di dada yang kami bela bukan sekadar identitas di atas lapangan, melainkan bagian dari warisan budaya yang memiliki tanggung jawab besar," ujar Savio Sheva Maresca.
Kesan serupa disampaikan oleh pemain lain yang kembali mengikuti ritual tahunan tersebut.
"Datang ke tempat bersejarah ini memberi saya pemahaman yang lebih dalam tentang akar dan identitas tim," kata Khairul Fikri Maarif.
Kunjungan ke situs bersejarah tersebut dinilai memberi tambahan motivasi bagi para pemain.
"Mengenal tradisi ini secara langsung membantu saya terhubung dengan kultur lokal, sekaligus menyuntikkan motivasi untuk meneruskan semangat perjuangan generasi terdahulu," ujar Khairul Fikri Maarif.
Setelah ziarah, Presiden Direktur PSIM Yuliana Tasno bersama Pelatih Jean-Paul van Gastel menemui Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kompleks Kepatihan pada Kamis (27/8/2026). Dalam pertemuan itu, manajemen menyerahkan cenderamata album foto dan jersey berbelakang nama HB X nomor punggung 10.
"Hari ini kami bertemu langsung dengan Ngarsa Dalem, sebagai ritual PSIM saja, mau meminta bless bagi PSIM berjuang untuk musim 2026-2027. Beliau juga banyak menyampaikan, tidak hanya dari sisi teknik, tapi juga menyampaikan dari sisi manajerial, dari kepemimpinan saya juga dikasih wejangan," ujar Yuliana Tasno usai pertemuan.
Pengawasan terhadap pola hidup atlet di luar lapangan menjadi salah satu poin penekanan dari Sultan.
"Pas ngomongin soal performa atlet, Ngarsa Dalem bilang, itu dilihatin ya anak-anak, jangan makan gorengan, nanti di belakang diam-diam mereka makan gorengan. Hal itu diulang-ulang terus, bahwa kedisiplinan harus terus dipantau," kata Yuliana Tasno.
Sultan juga mengarahkan agar klub memperluas sumber pendapatan operasional.
"Kalau dari sisi manajerialnya, beliau menyarankan bisa tidak mencari investasi tambahan dari revenue. Supaya PSIM tidak hanya bergantung pada pengusaha saja," imbuh Yuliana Tasno.
Wejangan lain yang diterima manajemen berkaitan dengan kontrol emosi dalam memimpin klub.
"Saya juga banyak diberi wejangan, katanya jangan marah-marah. Saya juga heran kenapa beliau bisa tahu. Tapi saya bilang, sejak PSIM di Liga 1, saya sudah tidak pernah marah-marah lagi," ujarnya sambil tersenyum.
Apresiasi disampaikan manajemen atas perhatian intensif dari Kepala Daerah terhadap perkembangan sepak bola.
"Beliau memang betul-betul paham, dan saya sangat bersyukur karena memimpin klub sepak bola di Yogyakarta, yang pemimpinnya adalah seorang Gubernur dan juga seorang Sultan, yang sangat cinta dengan olahraga. Jadi ngomongnya nyambung," katanya.
Dari aspek teknis, Pelatih Jean-Paul van Gastel sempat memantau perkembangan fisik pemain melalui laga uji coba melawan Garudayaksa FC pada Selasa (25/8/2026).
"Pada dasarnya, setiap laga persahabatan bertujuan agar para pemain dapat tampil selama 90 menit, mengasah stamina fisik, dan mencoba menerapkan skema permainan yang kami inginkan," kata Jean-Paul van Gastel.
Meski demikian, van Gastel memberikan catatan terkait tingkat persaingan internal dalam memperebutkan posisi utama.
"Saya harus menyusun skuad. Akan tetapi, terkadang saya merasa mereka membuat keputusan saya menjadi sangat mudah. Jadi, ada kekurangan, yaitu kurangnya daya saing di antara sesama pemain," ujarnya.
Sebagai penutup rangkaian pramusim, Panitia Penyelenggara mengagendakan peluncuran jersey dan skuad bersamaan dengan uji coba melawan Deltras Sidoarjo di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (29/8/2026) sore. Panitia menyiagakan simulasi keamanan setara kompetisi resmi dan mengimbau suporter tidak membawa suar buatan.
“Kami mohon kepada semua supporter dan penonton untuk tidak membawa dan menyalakan flare,” tegas Ketua Match Organizing Committee (MOC), Ermantino Handokomulyo melansir laman resmi klub.
Seluruh alur prosedur keamanan telah disepakati melalui rapat koordinasi lintas sektoral.
“Laga uji coba yang dilaksanakan ini adalah uji coba seluruh elemen untuk simulasi pertandingan Super League. Kami menghormati yang menjadi kesepakatan dan keputusan pada saat rakor (rapat koordinasi) rencana pengamanan bahwa perlakuan pertandingan uji coba ini sama seperti regulasi kompetisi Super League,” terangnya.
Pihak kepolisian mengizinkan penonton hadir hingga batas maksimal 9.000 orang.
“Alhamdulillah MOC dan manajemen, pada pertandingan uji coba ini, kami dipercaya dengan kuota maksimal pada kompetisi 2025/2026 dengan kuota 9.000,” ujar Ermantino Handokomulyo.
Dukungan penuh diberikan dari kepolisian, dinas terkait, serta wadah suporter Brajamusti dan The Maident.
“Tentu saja berkat kepercayaan dari Polres Bantul dan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bantul, serta dukungan dari Manajemen, Brajamusti dan The Maident dalam membersamai proses perijinannya,” tambahnya.
Sikap tertib para pendukung menjadi pertimbangan evaluasi penambahan kapasitas tribun untuk laga-laga mendatang.
“Mari bersama-sama kita buktikan, walaupun ini pertandingan uji coba, tetapi kita semua bisa menjalankan sesuai regulasi, seperti saat kompetisi resmi. Harapannya jika pertandingan uji berjalan dengan baik, kita akan mendapatkan kepercayaan untuk laga selanjutnya dan tentu saja mendapatkan kenaikan kuota penonton,” tutup Ermantino Handokomulyo.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow