PSIM Yogyakarta Gandeng Adidas Sebagai Apparel Musim 2026 2027
Klub sepak bola PSIM Yogyakarta resmi menjalin kerja sama dengan produsen pakaian olahraga asal Jerman, Adidas, untuk mengarungi kompetisi BRI Super League 2026/2027, sebagaimana dilansir dari Bola.
Kolaborasi ini menghadirkan tiga varian seragam bertema lokal dengan motif batik Parang. Jersey utama didominasi warna biru, seragam tandang berwarna putih, dan jersey ketiga mengusung warna kuning.
Gelandang PSIM Yogyakarta asal Portugal, Ze Valente, menyambut positif kerja sama antara klubnya dan produsen ternama tersebut.
"Saya tidak bekerja secara resmi dengan Adidas, tetapi mereka mendukung saya bahkan tanpa kontrak. Jadi, tentu saja saya sangat senang melihat PSIM akan disponsori oleh Adidas," ujar Ze Valente, gelandang PSIM Yogyakarta.
Pemain berusia 32 tahun itu menilai kehadiran jenama internasional tersebut memberikan nilai tambah bagi reputasi Laskar Mataram.
"Ini adalah merek global dan saya pikir ini juga memberikan sinar atau gengsi yang berbeda untuk klub. Saya berharap para penggemar bisa membeli banyak jersey. Jersey-nya bagus. Saya sangat menantikan untuk bermain dengan Adidas sepanjang musim ini," lanjutnya.
Eks pemain Persebaya Surabaya ini juga memberikan respons positif terkait kenyamanan serta kualitas material kostum baru tersebut.
"Ya, tentu saja kualitasnya berbeda. Ini Adidas, jadi saya pikir para pemain juga menikmati merek ini dan semuanya bagus," kata Ze Valente.
Ia pun menaruh harapan agar kerja sama teknis ini berdampak positif pada pencapaian tim di lapangan.
"Saya berharap Adidas membawa keberuntungan bagi kita musim ini. Mari kita bekerja keras," ucap gelandang asal Portugal tersebut.
Sementara itu, Pelatih PSIM Yogyakarta asal Belanda, Jean-Paul van Gastel, turut memberikan pandangannya terkait desain jersey tim untuk musim baru.
"Kalau soal kualitas saya tidak bisa menilainya. Tetapi, Adidas adalah merek terkenal dan menurut saya jersey kandang dan tandang, yang berwarna biru dan putih, sangat bagus," tutur Van Gastel, pelatih PSIM Yogyakarta.
Meskipun mengapresiasi kostum utama dan cadangan, mantan pelatih NAC Breda tersebut mengaku kurang menyukai pilihan warna untuk jersey ketiga.
"Tapi, saya tidak suka yang warna kuning. Ini pendapat pribadi," imbuh pelatih berlisensi UEFA Pro itu sembari tertawa.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow