PSIM Yogyakarta Evaluasi Lini Depan Menyongsong Super League

Smallest Font
Largest Font

Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, membenahi sejumlah kekurangan timnya dalam mengarungi kompetisi BRI Super League 2026/2027 pada Jumat (4/9/2026). Langkah evaluasi ini difokuskan pada perbaikan efektivitas lini depan serta kedalaman skuad Laskar Mataram.

Sebagai tim promosi yang baru kembali ke kasta tertinggi setelah 18 tahun, PSIM menyelesaiakan musim lalu di peringkat ke-11 dengan koleksi 45 poin dari 34 laga, hasil dari 11 kemenangan, 12 imbang, dan 11 kekalahan. Rekor tersebut menempatkan mereka di atas Persik Kediri, Madura United, serta PSM Makassar, sebagaimana dilansir dari Bola.

Meskipun berhasil mengamankan posisi menengah tabel klasemen, Laskar Mataram mencatatkan rasio gol yang berimbang dengan mencetak 43 gol dan kebobolan 44 kali sepanjang musim.

"Saya pikir jika Anda melihat latar belakang PSIM yang berada 18 tahun di Liga 2 dan tiba-tiba berhasil promosi. Jadi musim lalu adalah musim pertama di Liga 1 setelah 18 tahun, sehingga prioritas utama kami saat itu adalah tidak terdegradasi," ujar Van Gastel.

Dalam analisis taktiknya, pelatih berkebangsaan Belanda tersebut menyoroti masalah penyelesaian akhir saat menghadapi tim yang memperagakan garis pertahanan rendah.

"Tentu saja kami memiliki kekuatan dan kelemahan. Secara umum kami memang memiliki kendala pada penyelesaian akhir di sepertiga lapangan," katanya.

Van Gastel kemudian membandingkan situasi taktis timnya dengan skema permainan klub Liga Inggris, Liverpool, saat berada di bawah asuhan Arne Slot.

"Namun seperti kata Arne Slot musim lalu saat melatih Liverpool, sangat sulit untuk menembus pertahanan lawan yang menerapkan low block. Jadi jika Anda bermain untuk PSIM ketimbang Liverpool masalahnya tetap sama," ucap Van Gastel.

Keseimbangan antara penyerangan dan pertahanan juga menjadi catatan penting dalam skema prapenguasaan bola tim.

"Mengenai pertahanan, jika kami menerapkan tekanan secara agresif, itu artinya lini belakang kami lebih terbuka sehingga lebih sulit untuk bertahan," kata Van Gastel.

Guna mengatasi hambatan taktis tersebut, manajemen dan staf pelatih memutuskan untuk menyegarkan komposisi pemain dalam jendela transfer.

"Oleh karena itu kami mendatangkan pemain-pemain baru dengan tipe yang berbeda agar kami berharap bisa mengatasi masalah yang kami hadapi musim lalu," ujar Van Gastel.

PSIM Yogyakarta mencatatkan jumlah hasil imbang terbanyak di kompetisi musim lalu, di mana raihan poin mereka sejajar dengan Persita Tangerang namun kalah dalam perhitungan head-to-head.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed