Putri Sulung Jenderal Hoegeng Meninggal Dunia di Depok
Reniyanti Hoegeng, putri sulung mantan Kapolri Jenderal Polisi (Purn) Hoegeng Iman Santoso, meninggal dunia pada Selasa dini hari, 8 September 2026, di Eka Hospital Depok pada usia 78 tahun.
Jenazah Reniyanti disemayamkan di rumah duka kawasan Pesona Khayangan, Depok, sebelum dimakamkan di Pemakaman Giri Tama, Tonjong, Kabupaten Bogor, pada Selasa setelah waktu zuhur, menurut laporan tirto.id dan nasional.sindonews.com.
Reniyanti dikenal sebagai tokoh yang sederhana dan pernah aktif sebagai anggota DPR RI dari Fraksi PDIP pada periode awal 1999-2004. Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati mengenang almarhumah sebagai sosok patriotik dan sederhana.
"Selamat jalan Mbak RENIYANTI HOEGENG binti Hoegeng Iman Santoso," tulis Susaningtyas melalui akun Instagram pribadinya, sebagaimana dilansir nasional.sindonews.com.
Kabar duka ini juga disampaikan oleh sejumlah tokoh nasional, termasuk mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
"Saya mengenal mbak Reniyanti Hoegeng cukup lama. Kita sering bertemu dan diskusi, sambil nostalgia mengenang kisah-kisah hebat dari sosok Jenderal Hoegeng yang melegenda. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un...
Selamat jalan mbak Reni, saya bersaksi njenengan orang baik. Alfatihah," ujar Ganjar Pranowo melalui unggahan di akun Instagramnya @ganjar_pranowo.
Reniyanti merupakan anak pertama dari tiga bersaudara dan memiliki hubungan dekat dengan sejumlah tokoh nasional. Ia pernah bersekolah di Perguruan Cikini, tempat yang juga pernah menjadi tempat pendidikan Megawati Soekarnoputri, yang kemudian dikenal sebagai sahabatnya.
Reniyanti menikah dengan aktor senior Rudy Wowor dari 1975 hingga 2003 dan dikaruniai dua anak. Rudy Wowor meninggal dunia pada 2018 karena kanker prostat.
Menurut keterangan keluarga, kondisi kesehatan Reniyanti menurun beberapa waktu terakhir dan sempat menjalani perawatan jantung sekitar dua pekan sebelum meninggal, namun penyebab kematiannya tidak diumumkan secara terbuka.
Kepergian Reniyanti juga menandai kehilangan besar bagi keluarga Hoegeng, yang sebelumnya pada tahun yang sama juga kehilangan sang ibu, Meriyati Roeslani Hoegeng, yang meninggal pada usia 100 tahun.
Sosok ayah Reniyanti, Jenderal Hoegeng Iman Santoso, dikenal luas sebagai Kapolri ke-5 yang menjabat pada 1968-1971 dan terkenal dengan integritas tinggi dan kesederhanaannya. Ia meninggal dunia pada 14 Juli 2004 dan dikenang sebagai simbol polisi yang berani dan bersih dari korupsi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow