Putri KW Incar Emas Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2026

Smallest Font
Largest Font

Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Putri Kusuma Wardani menargetkan raihan medali emas pada Kejuaraan Dunia 2026 yang berlangsung di New Delhi, India pada 17 hingga 23 Agustus mendatang. Pencapaian ini diharapkan mampu meningkatkan raihan medali perunggu yang didapatkannya pada edisi sebelumnya.

Keyakinan pebulu tangkis berusia 24 tahun tersebut menguat seusai menundukkan pemain unggulan China Wang Zhi Yi di Japan Open 2026. Sektor tunggal putri Indonesia sendiri tercatat belum pernah meraih kembali medali emas Kejuaraan Dunia sejak Susy Susanti memenangkannya pada 1993 di Birmingham.

Target tinggi yang diusung Putri mendapat perhatian dari legenda bulu tangkis Indonesia Susy Susanti. Peraih emas Olimpiade 1992 itu menilai Putri memiliki modal teknik dan fisik yang memadai, namun masih perlu meningkatkan konsistensi serta kematangan mental untuk menembus persaingan papan atas dunia.

"Pastinya Kejuaraan Dunia ialah salah satu yang (event) penting. Saya melihat Putri sedang naik juga posisinya sudah mulai stabil," kata Susy Susanti, Legenda bulu tangkis Indonesia.

Susy menggarisbawahi pentingnya pembenahan fokus di lapangan agar Putri tidak mudah kehilangan poin akibat kesalahan sendiri saat berhadapan dengan pemain top empat dunia.

"Dia sudah mulai masuk semifinal-semifinal tapi proses itu kan harus bisa ditingkatkan lagi, kematangan, dan konsistensi seperti fokus dan mental agar dia tetap bertahan di lapangan," ujar Susy Susanti, Legenda bulu tangkis Indonesia.

Disiplin menjaga konsentrasi menjadi kunci utama bagi Putri untuk bersaing menghadapi lawan-lawan tangguh seperti An Se-young, Akane Yamaguchi, dan Wang Zhi Yi di babak delapan besar.

"Saya percaya dia punya potensi cukup bagus dari postur juga oke, fisiknya juga bagus, dan teknik audah lebih matang. Tinggal disiplin dan fokus paling penting dan sangat dibutuhkan," kata Susy Susanti, Legenda bulu tangkis Indonesia.

Meskipun peta persaingan tunggal putri tergolong merata, Susy mendorong Putri untuk terus meningkatkan pencapaiannya dan tidak cepat merasa puas.

"Peluang tetap ada (raih medali) walau ada An Se-young, Akane Yamaguchi, dan Wang Zhi Yi. Memang di (persaingan tunggal putri) delapan besar merata, tapi ranking empat besar itu yang harus bisa Putri tembus," kata Susy Susanti, Legenda bulu tangkis Indonesia.

Pencapaian Putri pada beberapa turnamen terakhir yang berhasil menembus babak semifinal dan final menjadi dasar optimisme untuk meraih medali.

"Ya kita harus optimistis medali. Lihat dari prestasi belakangan, dia masuk semifinal dan final, Putri memang target harus minimal di situ," kata Susy Susanti, Legenda bulu tangkis Indonesia.

Konsistensi performa diharapkan dapat terjaga hingga ajang Olimpiade mendatang.

"Selain itu harapannya Putri jangan lekas puas, ini baru masuk semifinal (Kejuaraan Dunia), coba naikin lagi. Mudah-mudahan bisa terus konsisten sampai Olimpiade," kata Susy Susanti, Legenda bulu tangkis Indonesia.

Di sisi lain, Putri menyatakan kemenangan atas Wang Zhi Yi memberi dampak positif yang signifikan pada tingkat kepercayaan dirinya saat berlaga di lapangan.

"Pastinya lebih percaya diri. Setelah itu saya juga menghadapi Akane Yamaguchi, dan sebenarnya saya merasa punya peluang untuk menang juga. Jadi kemenangan atas Wang Zhi Yi benar-benar menambah kepercayaan diri saya," kata Putri Kusuma Wardani, Atlet tunggal putri Indonesia.

Tekanan mental diakui Putri menjadi tantangan terbesar yang harus dihadapinya selama masa persiapan dan pertandingan.

"Di setiap pertandingan, mental dan pikiran saya benar-benar bekerja sangat keras. Setelah pertandingan selesai, yang terasa capek bukan badannya, tapi justru pikirannya," kata Putri Kusuma Wardani, Atlet tunggal putri Indonesia.

Selain Kejuaraan Dunia 2026, Putri dihadapkan pada jadwal kompetisi yang padat hingga Oktober, termasuk BWF Super 750 China Masters 2026 pada 1–6 September dan Asian Games 2026 pada 19 September–4 Oktober.

"Saya fokus ke turnamen yang ada di depan mata dulu, yaitu Kejuaraan Dunia. Karena menurut saya Kejuaraan Dunia sangat penting. Tahun lalu saya juga tampil cukup baik di sana," kata Putri Kusuma Wardani, Atlet tunggal putri Indonesia.

Untuk menghadapi rangkaian turnamen tersebut, pemeliharaan kondisi fisik dan kebugaran mental menjadi fokus utama Putri.

"Jadi yang harus benar-benar dijaga itu mental, pikiran, dan kondisi fisik. Saya juga harus lebih memperhatikan kondisi diri sendiri," kata Putri Kusuma Wardani, Atlet tunggal putri Indonesia.

Langkah persiapan yang diterapkan mengacu pada pola latihan menjelang Japan Open guna memperbaiki kelemahan dari pertandingan sebelumnya.

"Jadi, untuk persiapannya kurang lebih sama seperti menjelang Japan Open. Kekurangan-kekurangan dari dua minggu pertandingan kemarin sekarang sedang kami benahi dan ditambah lagi dalam latihan," kata Putri Kusuma Wardani, Atlet tunggal putri Indonesia.

Sementara itu, pesaing dari negara lain seperti tunggal putri Jepang Tomoka Miyazaki juga mempersiapkan diri menghadapi turnamen di India tersebut. Miyazaki menargetkan posisi empat besar setelah berhadapan dengan Putri di China Open 2026.

"Saya berulang tahun pada hari pertama kejuaraan tersebut," kata Tomoka Miyazaki, Pebulu tangkis tunggal putri Jepang.

Miyazaki yang genap berusia 20 tahun pada hari pertama kejuaraan bertekad memberikan penampilan terbaiknya.

"Turnamen ini akan saya ikuti saat berusia 20 tahun," kata Tomoka Miyazaki, Pebulu tangkis tunggal putri Jepang.

Target menembus empat besar dicanangkan menyusul tren permainannya yang membaik.

"Saya akan berusaha yang terbaik untuk paling tidak mengamankan posisi empat besar," kata Tomoka Miyazaki, Pebulu tangkis tunggal putri Jepang.

Saat mengalahkan Putri dengan skor 16-21, 21-11, dan 21-9 di China Open, Miyazaki menilai penyesuaian terhadap kondisi angin menjadi faktor penentu kemenangan.

"Bagusnya, saya bisa mengatasi masalah kalah angin dengan baik," kata Tomoka Miyazaki, Pebulu tangkis tunggal putri Jepang.

Miyazaki mengamati lawan mengalami kesulitan saat beradaptasi dengan kondisi lapangan.

"Terlebih lagi, saya kira lawan (Putri) benar-benar tidak menyukainya," kata Tomoka Miyazaki, Pebulu tangkis tunggal putri Jepang.

Meski terhenti di semifinal China Open setelah kalah dari Chen Yu Fei, Miyazaki tetap menganggap capaian tersebut sebagai modal berharga.

"Sudah lama saya tidak mencapai babak semifinal," kata Tomoka Miyazaki, Pebulu tangkis tunggal putri Jepang.

Kekalahan di babak semifinal memberikan evaluasi tersendiri bagi Miyazaki mengenai pengelolaan kondisi angin di lapangan.

"Bagi saya pribadi, ini adalah hasil yang bagus. Di satu sisi, saya juga kecewa karena tidak bisa mengalahkan Chen Yu Fei," kata Tomoka Miyazaki, Pebulu tangkis tunggal putri Jepang.

Kondisi tempat pertandingan yang berangin memaksa pemain untuk mengubah taktik permainan.

"Tempat pertandingan itu memang agak berangin. Oleh karenanya, saya harus sedikit mengubah cara bermain," kata Tomoka Miyazaki, Pebulu tangkis tunggal putri Jepang.

Kemampuan Chen Yu Fei dalam memanfaatkan kondisi lapangan menjadi pelajaran penting bagi Miyazaki menuju Kejuaraan Dunia 2026.

"Saat pertandingan, Chen Yu Fei benar-benar tahu cara untuk memanfaatkan angin ini," kata Tomoka Miyazaki, Pebulu tangkis tunggal putri Jepang.

Pengalaman bertanding di ajang BWF World Tour tersebut menjadi bahan evaluasi akhir bagi para atlet sebelum berlaga di India.

"Saya rasa saya mendapatkan banyak pelajaran," kata Tomoka Miyazaki, Pebulu tangkis tunggal putri Jepang.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed