Rally for Environment Republika Dorong Gaya Hidup Ramah Lingkungan Lewat Padel
Turnamen Rally for Environment yang diselenggarakan Republika di Field of Paradise, Pondok Indah, Jakarta, Sabtu (12/9/2026), menggabungkan olahraga padel dengan gerakan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Kegiatan ini mempertemukan pencinta padel, komunitas, korporasi, dan atlet dalam rangkaian Republika ESG Movement 2026, dengan fokus pada keberlanjutan dan aksi nyata menjaga lingkungan. Puteri Indonesia Sumatera Selatan 2023 Jelita Gabriella mendorong masyarakat untuk menerapkan gaya hidup ramah lingkungan dalam keseharian, termasuk mengganti barang yang berpotensi mencemari lingkungan dengan bahan ramah lingkungan.
"Menurut aku sangat penting ya. Karena seperti straw yang biasa kita pakai tuh dari sedot-sedotan yang dari plastik, bahkan barang-barang yang mungkin bisa mencemari lingkungan itu kita ganti dengan bahan-bahan yang ramah lingkungan sangat penting dan sangat harus digalakkan dan harus terus dikembangkan produk-produknya," ujar Jelita.
Jelita menilai semangat dalam olahraga padel bisa menjadi dorongan untuk aksi nyata yang berdampak positif bagi lingkungan. "Karena dengan adanya semangat ini kita bisa memberikan dampak yang luar biasa untuk lingkungan kita, yang mana dengan semangat kita jadi punya aksi ya yang bisa berdampak untuk lingkungan tentunya," kata dia.
Jelita juga mengajak anak muda dan penggiat komunitas untuk memulai kepedulian dari hal sederhana, seperti tidak membuang sampah sembarangan. "Pesannya untuk teman-teman yang ada di Indonesia, terutamanya anak muda dan juga penggiat komunitas dari Republika, terus jaga lingkungan yang paling sederhana aja kita jangan sampai membuang sampah sembarangan, buanglah sampah pada tempatnya," ujarnya.
Pemimpin Redaksi Republika Andi Muhyiddin menyatakan Rally for Environment bukan sekadar olahraga tapi juga ajang penghubung berbagai komunitas untuk peduli lingkungan. "Jadi hari ini kita nggak cuma olahraga, cari keringat, tapi juga kita ingin menghubungkan pencinta padel, juga komunitas," kata Andi. Andi menjelaskan salah satu aktivitas yang dihadirkan adalah Smash For Tree, yang menggunakan aksi smash dalam padel untuk mengajak pelestarian lingkungan.
"Jadi kalau main padel itu smash sekencang-kencangnya bikin lawan mati. Tapi kalau smash for tree itu, smash sekencang-kencangnya biar hidupin banyak pohon," ungkapnya.
Ketua Umum Ikatan Alumni Teknik Lingkungan ITB Annie Wahyuni menyambut baik turnamen ini sebagai sarana mendorong komitmen bersama terhadap prinsip ESG dalam masyarakat dan korporasi. "Senang sekali IATL hadir sini, kita mau sama-sama promosi mengenai komitmen Indonesia untuk turut serta dalam ESG NOW Movement supaya Indonesia lestari sama-sama, menjadi Indonesia Emas 2045, dan juga SDA kita akan bisa digunakan beribu-ribu tahun ke depan," ujar Annie. Annie mengajak masyarakat menerapkan gaya hidup sehat dan hemat sumber daya alam, seperti membakar lemak lewat olahraga padel, bukan membakar minyak.
"Untuk masyarakat, mari kita kurangi bakar minyak, tapi bakar lemak lewat Padel ini, sehingga sama-sama kita menghemat penggunaan SDA, menjadikan Indonesia yang lebih lestari," katanya.
Tim Fundraising Dompet Dhuafa, Hani, menyatakan sebagian dana dari pendaftaran peserta dialokasikan untuk program penanaman pohon dan pemulihan bencana di sejumlah daerah. "Jadi bentuk pendaftaran hasilnya nanti beberapa persennya akan didonasikan untuk penanaman pohon di daerah-daerah tersebut," ujar Hani.
Selain donasi, Dompet Dhuafa menyediakan booth untuk donasi tambahan dan layanan pemeriksaan kesehatan gratis selama acara. Hani berharap kegiatan ini dapat mendorong kepedulian masyarakat terhadap masalah lingkungan dan berkelanjutan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow