PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk Siap IPO Targetkan Rp429 Miliar
PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk bersiap melaksanakan penawaran umum perdana saham atau initial public offering di Bursa Efek Indonesia pada 10 Juli 2026 setelah dinyatakan memenuhi kriteria batas minimum saham publik. Perusahaan media dan hiburan milik pasangan selebritas Raffi Ahmad dan Nagita Slavina ini bakal menggunakan kode emiten RANS dengan menawarkan sebanyak-banyaknya 2.525.000.000 saham baru atau setara 20,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Berdasarkan informasi dari prospektus singkat perusahaan, harga penawaran awal ditetapkan pada rentang Rp135 hingga Rp170 per lembar saham, sehingga total dana segar yang berpotensi dihimpun mencapai minimal Rp340,88 miliar hingga maksimal Rp429,25 miliar.
Masa penawaran awal atau book building dijadwalkan berlangsung pada tanggal 23 hingga 25 Juni 2026 dengan menunjuk PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai penjamin pelaksana emisi efek, diikuti masa penawaran umum pada 2 sampai 8 Juli 2026.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna memastikan kesiapan struktur kepemilikan saham calon emiten tersebut yang telah memenuhi regulasi bursa saham domestik. "Perseroan juga memiliki pemegang saham eksisting yang memenuhi kriteria free float. Dengan demikian, berdasarkan struktur kepemilikan saham setelah IPO, porsi free float Perseroan diperkirakan berkisar 28,85 persen," kata Nyoman.
Pihak otoritas bursa menambahkan bahwa dokumen permohonan pencatatan saham dari perusahaan hiburan tersebut telah diterima sebelum adanya perubahan regulasi baru pada akhir Maret. "Oleh karena itu, struktur kepemilikan saham Perseroan setelah IPO telah memenuhi ketentuan free float yang berlaku," jelas Nyoman.
Alokasi penggunaan dana hasil aksi korporasi ini mayoritas akan digunakan untuk mendanai kegiatan operasional dan ekspansi bisnis, termasuk pembangunan wahana belajar edukatif bernama Cipungland sebesar 18,64 persen. Pihak manajemen merinci penggunaan dana lainnya, yakni sebesar 37,61 persen untuk belanja operasional penyelenggaraan konser artis lokal maupun internasional, serta 19,80 persen untuk akuisisi kepemilikan saham pada PT Rans Kosmetika Indonesia. "Sekitar 18,64%, akan digunakan oleh Perseroan untuk belanja modal (capital expenditure) atas rencana ekspansi usaha dalam rangka pembangunan wahana bermain dan belajar edukatif dengan nama Cipungland," tulis Manajemen.
Sisa dana IPO dialokasikan sebesar 8,15 persen untuk membentuk entitas usaha baru bersama PT Feedloop Global Teknologi dalam pengembangan kecerdasan buatan, 6,98 persen untuk percepatan pelunasan utang pokok perbankan ke BNI, dan sekitar 8,82 persen untuk setoran modal anak usaha RNS.
Terkait kebijakan pemegang saham, emiten RANS merencanakan pembagian dividen tahunan maksimal sebesar 35 persen dari perolehan laba bersih setelah dikurangi pencadangan wajib mulai tahun buku 2026. Laporan keuangan konsolidasian menunjukkan pendapatan perusahaan mengalami penurunan dari Rp437,8 miliar pada 2023, menjadi Rp410,5 miliar pada 2024, dan Rp353,4 miliar pada 2025 yang dipicu lepasnya kontribusi dari entitas klub sepak bola mereka. Meskipun laba bersih tahun berjalan pada 2025 turun menjadi Rp56,7 miliar, margin laba kotor perusahaan mengalami kenaikan dari 38,8 persen menjadi 43,2 persen yang mencerminkan adanya efisiensi biaya operasional.
Valuasi harga saham perdana RANS berada pada rasio P/E 30 kali hingga 37,8 kali, yang dinilai berada pada rentang atas jika dibandingkan dengan emiten sejenis di subsektor hiburan dan rumah produksi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow