Herve Renard Minta Pemain Tunisia Jaga Martabat di Piala Dunia

Smallest Font
Largest Font

Pelatih tim nasional Tunisia, Renard, menginstruksikan para pemainnya untuk bertarung menjaga kehormatan pada pertandingan terakhir Grup F Piala Dunia melawan Belanda setelah dipastikan tersingkir dari turnamen. Langkah tersebut diambil menyusul performa buruk El-Nisour de Carthage yang menderita kekalahan besar dalam dua laga awal.

Sebelumnya, Tunisia datang ke turnamen di Amerika Utara ini dengan rekor pertahanan bersih tanpa kebobolan selama babak kualifikasi. Namun, performa tersebut merosot tajam setelah gawang mereka kebobolan total sembilan gol saat ditumbangkan Swedia 5-1 dan Jepang 4-0.

Kekalahan telak dari Swedia langsung memicu pemecatan pelatih Sabri Lamouchi, yang kemudian digantikan oleh Renard. Dilansir dari Goal.com, Renard kini berusaha membangkitkan mental pasukannya menjelang laga penutup grup.

"Kita harus mengakhiri turnamen ini dengan cara terbaik yang mungkin. Sepak bola menuntut rasa bangga bahkan dalam kondisi tersulit, dan kita harus menghadapi situasi ini dengan martabat hingga akhir," ujar Renard.

Juru taktik yang telah berpengalaman memimpin lima tim nasional di Afrika ini menyadari ketangguhan lawan yang akan dihadapi berikutnya. Kendati demikian, ia tetap merasa bersyukur atas kesempatan menukangi Tunisia di kompetisi tertinggi dunia tersebut.

"Saya berharap kita dapat mempertahankan kebanggaan dan martabat ini besok saat menghadapi tim nasional Belanda yang hebat. Piala Dunia adalah ajang yang luar biasa, dan saya merasa beruntung bisa menjadi bagian darinya hari ini," kata Renard.

Renard sendiri mengungkapkan bahwa dirinya sedang berada di Senegal untuk menyaksikan turnamen ketika mendapat panggilan mendadak dari federasi Tunisia untuk menggantikan posisi Lamouchi. Ia menegaskan pentingnya kekompakan tim agar mampu memberikan perlawanan maksimal terhadap Belanda.

"Meskipun kebahagiaan ini tidak berlangsung lama, kita harus menikmati setiap momen. Masih ada satu pertandingan lagi di depan kita, dan jika kita lebih kompak serta mampu menyaingi timnas Belanda, itu akan menjadi hadiah yang luar biasa untuk mengakhiri turnamen ini," tegas Renard.

Pertandingan kontra Belanda menjadi kesempatan terakhir bagi skuad Tunisia untuk menghindari hasil memalukan lainnya, sekaligus penentu masa depan Renard dalam menghidupkan kembali semangat juang tim.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed