Review Practical Magic The Book of Magic Nostalgia Penyihir Owens
Sekuel dari sinema tahun 1998, Practical Magic: The Book of Magic, menghadirkan kembali kelanjutan kisah Owens Bersaudari. Dilansir dari Detikcom, penggunan sub-judul khusus tersebut diduga untuk mengelabui penonton agar tidak menyadari statusnya sebagai sekuel langsung. Meskipun demikian, jalan cerita film ini sebenarnya dirancang agar dapat dinikmati secara mandiri.
Penonton tidak diwajibkan menyaksikan film pertamanya terlebih dahulu untuk memahami alur yang disajikan. Kutukan turun-temurun mengharuskan setiap pria yang mencintai Owens Bersaudari meninggal dunia. Hal ini mendorong Sally, yang diperankan Sandra Bullock, melepaskan ilmu sihirnya setelah sang suami wafat.
Ia meminta Gillian, yang diperankan Nicole Kidman, menyembunyikan identitas sihir mereka.
Tante Frances dan Tante Jet juga dipaksa menyembunyikan kenyataan tersebut dari anak-anak Sally, yaitu Kylie dan Antonia. Kehidupan berjalan normal hingga kedatangan Gideon, kekasih Kylie, memicu insiden kecelakaan fatal akibat kutukan tersebut.
Kylie yang marah kemudian menemukan buku sihir terlarang di meja Jet untuk memutus kutukan. Keadaan tersebut memaksa Sally dan Gillian menyusul Kylie yang terbang menuju Inggris. Keunggulan utama Practical Magic: The Book of Magic terletak pada momen reuni Sandra Bullock dan Nicole Kidman. Keduanya berhasil menghidupkan dialog yang kaku menjadi terasa lebih alami berkat chemistry yang kuat.
Sayangnya, film berdurasi 130 menit ini dinilai minim daya tarik di luar faktor nostalgia. Kemunculan Stockard Channing dan Dianne Wiest memberikan kesan hangat, namun efeknya tidak bertahan lama bagi keseluruhan cerita. Unsur magis serta hubungan antarsaudari terasa kurang kuat jika dibandingkan dengan film pertamanya. Selain itu, porsi fokus untuk karakter Kylie dan Antonia terbilang tidak seimbang.
Alur cerita terasa makin rumit akibat kemunculan karakter antagonis secara mendadak serta eksekusi visual yang cenderung membosankan. Bagi penonton umum, film ini dianggap kurang memiliki alasan spesial untuk disaksikan selain penuntasan rasa penasaran penggemar lama.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow