Sutradara The Wailing Rilis Film Hope Bergenre Sci-Fi Thriller

Smallest Font
Largest Font

Sutradara Na Hong-jin kembali menguncang industri perfilman lewat karya terbarunya bergenre sci-fi thriller berjudul Hope. Sutradara yang sebelumnya sukses menggarap film horor ikonik The Wailing ini menyajikan narasi teror yang intens.

Kualitas penggarapan film Hope terbukti saat meraih standing ovation selama tujuh menit dalam pemutarannya di The 79th Annual Cannes Film Festival, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Garis cerita bermula dari penemuan bangkai sapi dengan kondisi tercabik-cabik di Hope Harbor, sebuah desa pelabuhan terpencil yang berlokasi dekat Zona Demiliterisasi (DMZ) Korea.

Kepala unit kepolisian setempat, Bum-seok yang diperankan Hwang Jung Min, memperoleh laporan insiden tersebut dari saudara sepupunya, Sung Ki yang diperankan Zo In-sung.

Awalnya dugaan kematian sapi mengarah pada serangan harimau, meski bekas cakaran yang tertinggal berukuran jauh lebih besar dari satwa liar pada umumnya.

Penyisiran wilayah oleh Bum-seok kemudian membongkar kekacauan tak terduga. Area pasar, peternakan, hingga pemukiman warga hancur luluh lantak dengan potongan tubuh manusia bergelimpangan.

Situasi mengerikan tersebut menyadarkan sang polisi bahwa ancaman yang dihadapi bukan berasal dari hewan buas biasa, melainkan sosok monster asing.

Saat kewalahan menghadapi ancaman misterius itu, petugas polisi wanita bernama Sung-ae yang diperankan Hoyeon hadir memberikan bantuan.

Keduanya berjuang mati-matian melawan makluk asing tersebut sembari berusaha mengungkap asal-usul petaka yang menimpa desa mereka.

Dari segi struktur penceritaan, Na Hong-jin memformulasikan intensitas ketegangan secara terukur guna menjaga daya pikat genre sci-fi thriller agar tidak kehilangan arah.

Paruh 30 menit awal menyuguhkan teror tanpa memperlihatkan wujud asli monster. Penonton hanya dihadapkan pada visual pemukiman yang berantakan, puing bangunan, hingga ternak dan jasad yang berserakan.

Pengalaman sinematik makin diperkuat oleh tata suara yang presisi. Elemen sound design mampu menghadirkan denyut adrenalin yang selaras dengan aksi di layar kaca.

Salah satu adegan krusial memperlihatkan aksi pemburu menunggangi kuda sembari menembaki monster, di mana tata suara membawa sensasi seolah penonton berada di lokasi.

Di tengah kepungan teror, film ini tetap menyisipkan porsi humor yang pas tanpa terasa berlebihan, seperti kesaksian kakek pengumpul gingseng mengenai keberadaan monster.

Kualitas visual film Hope dikerjakan oleh sinematografer Hong Kyung-pyo yang sebelumnya juga terlibat dalam pembuatan film Parasite karya Bong Joon Ho.

Kombinasi cerita yang rapi, visual menawan, serta tata suara yang solid menjadikan Hope sebagai tayangan teror yang memikat dan kini telah hadir di jaringan bioskop Indonesia.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed