Riset BRIN Ungkap Bahaya Kebakaran Gambut Bawah Permukaan

Smallest Font
Largest Font

Api kebakaran hutan dan lahan yang tampak padam tidak selalu menandakan bahaya telah berakhir, seperti dilansir dari Detik iNET. Pada lahan gambut, proses pembakaran dapat terus terjadi di bawah tanah melalui fenomena smouldering fire. Fenomena ini dibahas dalam riset Eko Widi Santoso, Hammam Riza, Agus Kristijono, Dian Nuraini Melati, dan Firman Prawiradisastra yang terbit di Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN).

Peat smouldering merupakan pembakaran lambat tanpa nyala api yang melahap material organik di dalam lapisan tanah gambut. Proses ini terjadi karena gambut menyimpan endapan vegetasi mengering yang berubah menjadi bahan bakar.

Para peneliti menjelaskan bahwa pembakaran di bawah permukaan ini dapat mengonsumsi biomassa dalam jumlah besar. Berbeda dari api permukaan, fenomena ini berjalan perlahan sehingga sangat sulit terdeteksi maupun dipadamkan.

Dampak bahayanya meningkat karena pembakaran sanggup bertahan selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Hal tersebut memicu potensi api muncul kembali ke permukaan saat kondisi cuaca mendukung. Kesulitan utama pemadaman terletak pada posisi sumber panas yang tersembunyi di bawah lapisan tanah. Petugas tidak dapat mengarahkan pemadaman secara langsung seperti pada kebakaran permukaan biasa.

Mengingat karakteristiknya yang persisten, peneliti BRIN merekomendasikan strategi pencegahan berbasis tiga langkah. Tahapan tersebut meliputi deteksi sejak dini, pemetaan lokasi titik api, dan penerapan teknologi yang tepat. Indonesia sejauh ini mengandalkan pemantauan data hotspot, Fire Weather Index (FWI), serta Fire Danger Rating System (FDRS). Namun, metode simulasi fisik ini dinilai masih memiliki keterbatasan.

Sebagai solusi, tim peneliti BRIN mengajukan konsep impact-based learning menggunakan machine learning. Gagasan ini memanfaatkan pola data untuk memberikan informasi potensi dan dampak bencana secara lebih awal. Studi ini masih berupa desain konseptual pengembangan sistem, bukan pembuktian bahwa teknologi kecerdasan buatan sudah mampu mendeteksi seluruh titik api gambut bawah tanah secara otomatis.

Temuan ini menegaskan bahwa karhutla gambut berisiko menjadi masalah berkepanjangan karena api menyebar secara horizontal di permukaan sekaligus bergerak melintasi lapisan bawah tanah. Pemantauan ketat pascapemadaman tetap mutlak diperlukan untuk memastikan sumber panas benar-benar padam.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed