Robert Lewandowski Cari Klub Baru Usai Berpisah dengan Barcelona

Smallest Font
Largest Font

Kapten tim nasional Polandia Robert Lewandowski mulai mencari klub baru setelah resmi berpisah dengan FC Barcelona di tengah persiapan laga persahabatan menjelang kompetisi antarnegara Eropa.

Pengumuman mengenai situasi masa depannya tersebut disampaikan langsung oleh Lewandowski dalam konferensi pers serta tayangan vlog resmi federasi saat menghadiri pemusatan latihan tim nasional Polandia di Wroclaw pada Kamis, 28 Mei 2026.

Masa kontrak penyerang berusia 37 tahun tersebut bersama raksasa Catalan dipastikan habis pada akhir Juni 2026 dan tidak akan diperpanjang lagi, sehingga ia berstatus bebas transfer.

Sejumlah laporan media mengaitkan sang pemain dengan tawaran bernilai 90 juta euro per musim dari klub Arab Saudi Al-Hilal, selain ketertarikan dari Chicago Fire di Amerika Serikat, Juventus, serta AC Milan.

Media Jerman t-online bahkan memunculkan skenario kejutan untuk memulangkan sang penyerang ke Bayern Munchen sebagai pelapis Harry Kane, sementara mantan pemain Chelsea Joe Cole menyarankan The Blues untuk merekrutnya.

Saat berbicara di hadapan media dalam konferensi pers mengenai aspek penentu dalam memilih labuhan barunya, Lewandowski memberikan penjelasan mengenai prioritasnya.

"Czynniki finansowe będą jednym z wielu aspektów, ale nie najważniejszym. Jest wiele rzeczy, również przede wszystkim to, co będę czuł w środku. Taki feeling, gdzie będę czuł się najlepiej albo gdzie — mamy jakiś plan — pójść i zobaczyć, że będzie to dla nas, dla mnie najlepsze rozwiązanie. Czynników jest wiele, m.in. drużyna, jaki jest na nią plan. Mógłbym wymienić z 10 czynników —" ujar Robert Lewandowski, Kapten Tim Nasional Polandia.

Suasana santai juga terlihat di awal sesi tanya jawab ketika sang kapten sempat berseloroh kepada pelatih timnas Jan Urban akibat adanya kendala teknis pada pengeras suara.

"Trzeba włączyć" kata Robert Lewandowski, Kapten Tim Nasional Polandia.

Pemain veteran tersebut kemudian merespons pertanyaan dari jurnalis TV Republika, Lukasz Ciona, yang menanyakan komitmen serta kesiapannya membela tim nasional hingga turnamen Euro mendatang.

"Wszystkie drogi prowadzą do Wrocławia" cetus Robert Lewandowski, Kapten Tim Nasional Polandia.

Melalui kanal YouTube Łączy nas piłka dalam perbincangan bersama operator kamera Adam Delimat, penyerang tersebut merefleksikan momen-momen perpisahan emosionalnya di Liga Spanyol saat menghadapi Real Betis dan Valencia.

"Dużo było emocjonalnych momentów w ostatnim czasie. To wszystko zaczęło się tak naprawdę dzień przed meczem z Betisem. Wszedłem na TikToka, łezka w oku się pojawiła. Nigdy nie można przygotować się na coś takiego. Można próbować być twardym, ale ciężko, czujesz sinusoidę emocjonalną. Z boku to pięknie wygląda, ale wewnątrz jest ciężko. Jak wszyscy zaczynają cię przytulać, dziękować, żegnać, to jest to najpiękniejszy moment, ale też najtrudniejszy emocjonalnie" tutur Robert Lewandowski, Kapten Tim Nasional Polandia.

Meskipun penuh dinamika, ia mengaku sangat bangga terhadap pencapaian individunya yang berhasil menorehkan total 120 gol dan memenangkan tujuh trofi selama empat tahun merumput di Barcelona.

"Też pewnie dojrzałem emocjonalnie, otworzyłem się bardziej w ostatnich latach. Czas w Barcelonie na pewno był czymś wyjątkowym. 120 goli w cztery lata, siedem pucharów, można być dumnym" tambah Robert Lewandowski, Kapten Tim Nasional Polandia.

Ia memungkasi penjelasannya dengan mengenang situasi awal kedatangannya di klub Catalan tersebut yang dinilainya memerlukan banyak pembenahan dari segi organisasi maupun kualitas internal.

"Patrzę też na to, że jak przychodziłem, to nie było za ciekawie. Ale też jeśli chodzi o takie małe rzeczy, w środku, na które patrzyłem i myślałem: "O kurde". Od organizacji po taką jakość. Wiedziałem, czego mogę się spodziewać, jakie wyzwanie przede mną, chciałem tego, ale jak człowiek jest już w środku i widzi rzeczy, które nie zależą od finansów, a trzeba było je poprawić, to jest inaczej" pungkas Robert Lewandowski, Kapten Tim Nasional Polandia.

Di sisi lain, Joe Cole berpendapat bahwa tim London Barat membutuhkan sosok berpengalaman seperti Lewandowski untuk membimbing para pemain muda di dalam ruang ganti.

"Chelsea potrzebuje doświadczenia, ludzi w szatni, którzy pomagają innym przechodzić przez mecze, uczą ich na boisku, przekazują swoją mądrość i w ten sposób budują drużynę" ungkap Joe Cole, Mantan Pemain Chelsea.

Cole menambahkan bahwa penyerang berpengalaman tidak dituntut untuk selalu tampil penuh pada setiap komitmen pertandingan, melainkan untuk menyalurkan mentalitas juara mereka kepada skuad.

"Stones czy Lewandowski nie muszą grać w każdej minucie każdego meczu, ale rozumieją, czym jest wygrywanie. Nadal mogą pomagać drużynie na boisku –" jelas Joe Cole, Mantan Pemain Chelsea.

Menurut laporan polskieradio24.pl, Chelsea yang kini dilatih oleh Xabi Alonso akan fokus pada kompetisi domestik setelah finis di peringkat kesepuluh klasemen Premier League musim lalu.

Tim nasional Polandia dijadwalkan melakoni laga uji coba melawan Ukraina pada Minggu, 31 Mei 2026 di Wroclaw, disusul pertandingan kontra Nigeria di Stadion PGE Narodowy, Warsawa, pada Rabu, 3 Juni 2026.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed