Ruben Amorim Dikritik Usai Jalani Awal Sulit di AC Milan
Koresponden sepak bola talkSPORT Alex Crook melontarkan kritik pedas terhadap pelatih anyar AC Milan Ruben Amorim dan memprediksi juru taktik asal Portugal tersebut tidak akan bertahan lebih dari enam bulan di klub Italia itu, sebagaimana dilansir dari Bola.
Sorotan tajam ini mengemuka setelah Amorim mencatatkan hasil awal yang dinilai kurang meyakinkan bersama Rossoneri. Kritik muncul menjelang laga uji coba di Polandia saat AC Milan menang 4-2 atas mantan klub Amorim, Manchester United, yang sebelumnya memecat sang pelatih pada Januari lalu setelah 14 bulan masa kerja.
Rekor Amorim di klub terdahulu menjadi dasar utama keraguan tersebut. Selama menangani Setan Merah sejak November 2024, ia hanya mencatatkan persentase kemenangan 38,1 persen dari 63 laga, membawa tim finis di posisi ke-16 Premier League, serta tersingkir dari berbagai ajang piala.
Crook menilai Amorim tidak menunjukkan perubahan taktis saat AC Milan menerapkan formasi tiga bek dalam laga persahabatan melawan Chelsea di Jakarta.
"Menarik melihat dia memainkan tiga bek dalam laga persahabatan melawan Chelsea. Macan tutul tidak pernah mengubah coraknya," sindir Crook di talkSPORT.
Crook juga menyentuh pernyataan Amorim seusai pertandingan yang menyebut timnya harus menderita, sebuah istilah yang dinilainya serupa dengan situasi saat sang pelatih tiba di Inggris.
"Dia menggunakan kata itu ketika pertama kali datang ke Manchester United. Dia memperingatkan penggemar Manchester United bahwa mereka harus menderita," kata Crook.
Ia menyinggung sejumlah kegagalan dalam periode kepelatihan Amorim di klub terdahulu, termasuk kekalahan dari Grimsby di Piala Liga.
"Selamat. Kami memang menderita saat menyaksikan sepak bola buruk kalian. Tersingkir dari Piala Liga oleh Grimsby. Final Liga Europa yang sangat buruk itu," cetusnya.
Berdasarkan performa tersebut, Crook menyimpulkan karier Amorim di San Siro tidak akan berlangsung lama.
"Dia tidak akan bertahan enam bulan di Milan karena dia tidak cukup bagus," tegas Crook.
Penilaian tersebut berlanjut saat Crook membandingkan catatan teknis kepelatihan Amorim dengan performa manajer lain sepanjang sejarah klub tersebut.
"Manchester United sudah memiliki banyak manajer sejak Sir Alex Ferguson meninggalkan klub, dan orang ini jauh dan jauh merupakan manajer terburuk yang pernah mereka miliki," ujar Crook.
Crook menunjuk pertandingan melawan Everton yang bermain dengan 10 pemain sebagai bukti ketaktersediaan Amorim untuk mengubah skema permainan.
"Saya mengatakan tentang pertandingan melawan Everton itu. Everton bermain dengan 10 pemain dan memiliki dua penyerang yang tidak pernah mencetak gol, tetapi dia memasukkan Mason Mount sebagai wing-back karena tidak ingin mengubah sistem," lanjutnya.
Pandangan lain disampaikan oleh penyiar talkSPORT Sam Matterface yang melihat kontribusi poin Amorim sebelum tim mengalami pergantian manajer.
Matterface mengingatkan bahwa dari 71 poin yang diraih Setan Merah pada musim lalu, Amorim berkontribusi terhadap 30 poin di antaranya.
Crook langsung menyanggah argumen tersebut saat mendiskusikan potensi poin yang terbuang.
"Bagus. Berapa banyak lagi yang sebenarnya bisa mereka dapatkan?" balasnya.
Sesi diskusi kemudian bergeser membahas kondisi tim pascapengangkatan Michael Carrick yang dinilai mampu memahami tuntutan klub.
"Dia memahaminya. Dia tahu di mana seharusnya Manchester United berada," kata Matterface.
Matterface menambahkan bahwa fokus utama yang perlu dilakukan di bawah arahan pelatih baru adalah peningkatan performa secara berkelanjutan.
"Anda harus terus berusaha berkembang sepanjang waktu. Itu tentunya juga membawa tekanan. Dia menempatkan dirinya di bawah tekanan karena harus berusaha menyamai atau melampaui apa yang terjadi musim lalu," ujar Matterface.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow