Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp17.844 per Dolar AS

Smallest Font
Largest Font

Sikap transpired para pelaku pasar menjelang pengumuman suku bunga Bank Indonesia menekan nilai tukar rupiah hingga ditutup merosot ke level Rp17.844 per dolar AS pada perdagangan Senin (18/8/2026).

Berdasarkan data Bloomberg, mata uang Garuda terkoreksi sebesar 64 poin atau 0,36 persen dari posisi sebelumnya. Penurunan ini mempertegas tren tekanan terhadap rupiah di pasar valuta asing.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong menjelaskan bahwa fokus utama investor saat ini tertuju pada agenda kebijakan moneter domestik dan laporan ekonomi nasional.

"Rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS di tengah kehati-hatian investor menjelang Rapat Dewan Gubernur BI besok dan rilis data neraca transaksi berjalan Jumat ini," ujar Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong.

Selain faktor domestik, dinamika eksternal juga memberikan dampak signifikan terhadap pergerakan mata uang regional. Kenaikan harga minyak mentah dunia serta Eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah turut memperberat langkah rupiah.

"Posisi rupiah besok akan tergantung dari hasil suku bunga besok," jelas Lukman Leong.

Mayoritas mata uang di kawasan Asia turut mencatatkan pelemahan pada hari yang sama. Peso Filipina menjadi yang paling terpuruk setelah anjlok 0,50 persen, disusul dolar Taiwan yang merosot 0,36 persen, yen Jepang melemah 0,17 persen, serta baht Thailand terkikis 0,16 persen. Sementara itu, dolar Singapura dan yuan China sama-sama melemah 0,05 persen.

Pergerakan berbeda ditunjukkan oleh won Korea Selatan yang menguat 0,39 persen dan ringgit Malaysia yang terangkat 0,11 persen.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed