Rupiah Melemah di Level Rp 17.850 Seiring Ketegangan di Selat Hormuz
Nilai tukar rupiah dibuka melemah ke posisi Rp 17.850 per dolar AS pada perdagangan Selasa pagi. Melemahnya rupiah terjadi di tengah fokus pasar pada Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) dan risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) Amerika Serikat.
Mata uang Garuda mengalami depresiasi sebesar 52 poin atau 0,29 persen dari posisi sebelumnya. Sementara indeks dolar AS melemah 0,11 persen ke level 99,528 pada pukul 09.00 WIB, menurut data pasar spot dan Bloomberg.
Analis Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi mengamati bahwa perlambatan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz akibat serangan Iran terhadap kapal tanker menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pasar.
"Pernyataan tersebut disampaikan di tengah ancaman Washington untuk menerapkan langkah-langkah ekonomi tambahan terhadap Iran," ujar Ibrahim, mengutip sikap Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi yang menegaskan bahwa Teheran tidak sedang melakukan pembicaraan langsung dengan AS.
Ketegangan di kawasan tersebut juga diperparah dengan blokade laut yang dipertahankan AS terhadap Iran. Serangan dari kelompok Houthi di Yaman terhadap kapal-kapal di Selat Bab al-Mandab turut mengancam stabilitas pasokan minyak di Asia Barat.
Ibrahim menambahkan bahwa sejumlah kapal bahkan mematikan transponder satelit demi menghindari deteksi selama melewati jalur perairan strategis tersebut.
Di sisi lain, data ekonomi AS menunjukkan penurunan sentimen konsumen dan penjualan ritel, yang mendorong berkurangnya tekanan terhadap The Fed untuk memperketat kebijakan moneter.
Investor menantikan rilis risalah rapat The Fed Juli yang dijadwalkan pada Rabu untuk mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai arah kebijakan moneter bank sentral AS ke depan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow