Rupiah Menguat ke Level Rp17.685 Per Dolar AS
Rupiah menguat 0,31% ke level Rp17.685 per dolar Amerika Serikat pada penutupan perdagangan Jumat, 21 Agustus 2026. Penguatan mata uang Garuda ini didorong oleh pelemahan indeks dolar AS serta keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan.
Pergerakan positif tersebut melanjutkan tren penguatan selama tiga hari berturut-turut di pasar keuangan domestik. Secara mingguan, nilai tukar rupiah tercatat mengalami kenaikan sebesar 0,76% sepanjang pekan ini.
Penguatan nilai tukar domestik tidak terlepas dari langkah Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan sebesar 5,75%. Kebijakan tersebut diputuskan dalam Rapat Dewan Gubernur yang berlangsung pada 18 hingga 19 Agustus 2026.
Mayoritas mata uang di kawasan Asia turut mengekor tren penguatan terhadap dolar AS. Won Korea Selatan memimpin kenaikan kawasan dengan lonjakan sebesar 2,17% di tengah dinamika kebijakan moneter regional.
Tekanan terhadap dolar Amerika Serikat terjadi setelah utang pemerintah Negeri Paman Sam menembus angka US$40 triliun untuk pertama kalinya. Kondisi fiskal tersebut memicu aksi jual di pasar obligasi dan menekan indeks dolar.
Kebijakan Departemen Keuangan AS meningkatkan pembelian kembali obligasi jangka panjang dinilai belum mampu menahan pelemahan mata uang Paman Sam.
"Upaya Bessent menekan imbal hasil AS tidak banyak berdampak pada imbal hasil, tetapi justru melemahkan dolar," ujar Marc Chandler, Kepala Strategi Pasar Bannockburn Global Forex.
Sementara itu, pasar keuangan dalam negeri juga dipengaruhi oleh faktor komoditas global dan penantian data ekonomi penting.
"Rupiah diperkirakan akan berkonsolidasi terhadap dolar AS. Rupiah walau masih didukung oleh penurunan indeks dolar AS, namun kenaikan harga minyak mentah dunia membebani," kata Lukman Leong, Analis DOO Financial Futures.
Pelaku pasar keuangan mengambil sikap berhati-hati sembari menantikan rilis data makroekonomi domestik terbaru.
"Investor cenderung wait and see menantikan data neraca transaksi berjalan kuartal II Indonesia yang akan dirilis siang ini," ujar Lukman Leong.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow