Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.990 per Dolar AS Pagi Ini

Smallest Font
Largest Font

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat tipis pada perdagangan Selasa (7/7/2026) pagi ini. Mata uang garuda menguat sebesar 0,03 persen ke level Rp17.990 per dolar AS setelah sempat tertekan pada awal pekan kemarin.

Berdasarkan data analisis Doo Financial Futures pada pukul 09.05 WIB, pergerakan positif ini menempatkan rupiah bersama dengan mayoritas mata uang Asia lainnya yang juga terpantau perkasa di hadapan dolar AS. Sentimen positif ini menjadi angin segar setelah rupiah tertekan cukup dalam.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan pembukaan pasar pada Senin (6/7/2026) kemarin, di mana rupiah sempat melemah 0,18 persen atau turun 32 poin ke level Rp17.995 per dolar AS pada pukul 09.05 WIB menurut data Doo Financial Futures dan Bloomberg.

Penguatan rupiah pada hari ini sejalan dengan tren yang terjadi di kawasan Asia. Mayoritas mata uang regional berhasil memanfaatkan celah pelemahan dolar AS untuk mencatatkan apresiasi nilai tukar pada perdagangan pagi.

Daftar Mata Uang Asia yang Menguat

Berikut adalah beberapa mata uang negara Asia yang tercatat menguat terhadap dolar AS pada perdagangan Selasa pagi:

  • Yen Jepang menguat 0,16 persen
  • Ringgit Malaysia menguat 0,15 persen
  • Won Korea menguat 0,14 persen
  • Peso Filipina menguat 0,13 persen
  • Yuan China menguat 0,10 persen
  • Dolar Singapura menguat 0,10 persen

Daftar Mata Uang Asia yang Melemah

Meskipun mayoritas menguat, beberapa mata uang di kawasan Asia justru terpantau mengalami pelemahan terhadap dolar AS pada waktu yang sama:

  • Rupee India melemah 0,19 persen
  • Baht Thailand melemah 0,09 persen
  • Dolar Taiwan melemah 0,08 persen

Konteks Historis dan Tekanan Awal Pekan

Sebelum berhasil menguat pada hari ini, rupiah sempat menghadapi tekanan berat pada perdagangan awal pekan kemarin. Berdasarkan data Refinitiv pada hari Senin pukul 13.44 WIB, rupiah sempat merosot hingga 0,31 persen dan menyentuh level psikologis Rp18.000 per dolar AS.

Pelemahan pada awal pekan tersebut terjadi setelah mata uang nasional dibuka melemah di level Rp17.970 per dolar AS pada pagi harinya. Sebagai catatan historis, posisi rupiah di atas level psikologis Rp18.000 per dolar AS terakhir kali terjadi pada 9 Juni 2026, ketika rupiah ditutup pada posisi Rp18.050 per dolar AS.

Cadangan Devisa Indonesia Meningkat

BRI Bagikan Dividen Rekor Rp 52,1 Triliun, Danantara Disebut Percepat Transformasi | KONTAN TV

Di sisi lain, ketahanan sektor eksternal Indonesia menunjukkan kondisi yang kokoh. Bank Indonesia melaporkan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni 2026 mencapai US$145,6 miliar atau setara dengan Rp2.606 triliun jika menggunakan acuan kurs JISDOR per 30 Juni 2026 di level Rp17.899 per dolar AS.

Angka cadangan devisa tersebut mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan posisi pada bulan Mei 2026 yang tercatat sebesar US$144,9 miliar. Peningkatan pada bulan Juni ini sekaligus memutus tren penurunan cadangan devisa yang sempat terjadi selama enam bulan beruntun sejak Januari 2026.

Meskipun demikian, jika diakumulasikan sejak awal tahun yang sempat menyentuh angka US$154,6 miliar, posisi cadangan devisa pada akhir Juni 2026 ini tercatat masih mengalami penurunan sebesar US$9 miliar.

Data Cadangan Devisa Indonesia Semester I 2026
Periode (2026)Jumlah Cadangan Devisa
Awal TahunUS$154,6 miliar
MeiUS$144,9 miliar
Akhir JuniUS$145,6 miliar

Posisi cadangan devisa yang ada saat ini setara dengan pembiayaan 5,5 bulan impor, atau setara dengan 5,4 bulan impor apabila dihitung bersamaan dengan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Bank Indonesia menyatakan bahwa nilai ini berada di atas standar kecukupan internasional yang ditetapkan di kisaran 3 bulan impor.

"Informasi mengenai kurs mata uang dan data ekonomi dapat berfluktuasi sewaktu-waktu mengikuti perkembangan pasar global dan domestik. Bertransaksilah secara bijak dengan terus memantau informasi nilai tukar resmi dari perbankan terkait."

Bank Indonesia terus memantau dinamika pasar global dan pergerakan nilai tukar guna merumuskan langkah-langkah stabilisasi lanjutan yang diperlukan dalam menjaga stabilitas makroekonomi nasional.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed