Rupiah Tertekan ke 17.900 Usai BI Tahan Bunga Acuan 5,75 Persen

Smallest Font
Largest Font

Nilai tukar rupiah ditransaksikan melemah hingga menyentuh kisaran level 17.900 per dolar AS pada perdagangan Rabu (22/7/2026). Penurunan ini terjadi seiring keputusan Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75 persen, sehingga belum mampu menjadi pendorong positif bagi pasar keuangan domestik.

Pelemahan mata uang garuda mencatatkan titik terendah harian di level 17.915 per dolar AS. Pada saat yang sama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turut mengalami koreksi sebesar 0,09 persen ke level 6.334,476 setelah bergerak dinamis dalam rentang 6.284 hingga 6.394.

Keputusan otoritas moneter tersebut dinilai cukup mengejutkan pasar mengingat proyeksi sebelumnya memperkirakan adanya kenaikan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin.

Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, menilai langkah Bank Indonesia yang menahan suku bunga acuan di level 5,75 persen membuat pergerakan pasar keuangan menjadi relatif tertahan.

"Terlebih jika USD index berada dalam tren naik, dan diproyeksikan akan berada dalam tren naik selama eskalasi perang terus berlanjut," ujar Gunawan Benjamin, Analis Keuangan Sumatra Utara.

Kenaikan harga minyak mentah dunia yang kini berada di kisaran US$95 per barel turut memperkuat ekspektasi berlanjutnya laju inflasi di Amerika Serikat. Kondisi ini memicu spekulasi bahwa Bank Sentral AS (The Fed) bakal kembali menaikkan suku bunga acuannya, yang berpotensi mendorong rupiah ke level psikologis 18.000 per dolar AS.

"Pendekatan moneter kerap diambil BI untuk meredam gejolak Rupiah belakangan ini, dibandingkan dengan pendekatan fiskal, sehingga likuiditas berpotensi masuk ke sektor keuangan dibandingkan dengan bentuk investasi langsung," kata Gunawan Benjamin, Analis Keuangan Sumatra Utara.

Sementara itu di pasar komoditas, harga emas dunia juga dilaporkan melandai tipis ke posisi US$4.116 per ons troy, atau berada di kisaran Rp2,38 juta per gram, sebagaimana dilansir dari Lensa Medan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed