Rusia Siapkan Serangan Besar ke Infrastruktur Energi Ukraina

Smallest Font
Largest Font

Pada akhir Agustus 2026, Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan persiapan serangan besar-besaran terhadap infrastruktur energi di Ukraina sebagai balasan atas serangan berkelanjutan dari Kyiv. Serangan ini merupakan respons Rusia terhadap serangan yang menyasar fasilitas sipil dan kompleks energi Rusia. Musim dingin sebelumnya, Rusia telah melancarkan serangan yang menghancurkan pembangkit listrik Ukraina sehingga jutaan warga mengalami kedinginan dalam suhu di bawah nol derajat.

Kedua pihak saling meningkatkan serangan jarak jauh, menargetkan gudang, bisnis, pelabuhan, dan kapal. Serangan ini menimbulkan korban sipil dan kerusakan infrastruktur yang signifikan.

Pasukan Rusia mengklaim telah menyerang sebuah pabrik di Kyiv yang memproduksi asbes dan semen yang gudangnya dipakai untuk menyimpan bahan peledak, serta pabrik pembuat drone dan amunisi.

Pada Sabtu (29/8), ledakan besar akibat serangan Rusia terhadap gudang amunisi di pinggiran Kyiv menewaskan sedikitnya 38 orang, menurut otoritas Ukraina. Sementara itu, Ukraina melakukan serangan drone ke kilang minyak di barat laut Rusia yang menyebabkan kebakaran, menurut pejabat setempat.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengumumkan penyelidikan terhadap pengelolaan gudang amunisi yang terbakar, yang berada dekat pemukiman dan tempat bagi lansia serta penyandang disabilitas. "Membuat kesalahan yang sama selama tahun kelima invasi skala penuh adalah kelalaian kriminal," ujar Perdana Menteri Ukraina Serhii Koretskyi.

"Dan semua pihak yang bertanggung jawab, tanpa terkecuali, harus menghadapi hukuman berat agar situasi seperti ini tidak terjadi lagi," tambahnya. Serangan drone Rusia yang bertubi-tubi menguras pertahanan udara Ukraina yang terbatas, terutama saat Ukraina kekurangan rudal pencegat Patriot yang penting untuk menjatuhkan rudal balistik. Rusia menggunakan taktik serangan drone berkecepatan tinggi dan massal untuk melemahkan sistem pertahanan Ukraina dan menimbulkan ketakutan di Kyiv, yang menyebabkan gangguan lalu lintas dan layanan metro serta berpotensi mengganggu aktivitas sekolah yang akan dimulai pada 1 September 2026.

Di sisi lain, Ukraina juga melancarkan serangan drone jarak jauh ke wilayah Rusia, khususnya menyerang gudang milik perusahaan e-commerce Wildberries di wilayah Tambov, yang menyebabkan kebakaran besar dan kerusakan total fasilitas logistik tersebut.

Gubernur Tambov menyatakan pusat logistik Wildberries hancur sepenuhnya, dengan dua orang terluka akibat insiden tersebut. Pejabat Ukraina menyebut sejumlah barang yang dijual Wildberries digunakan untuk keperluan militer Rusia, sehingga serangan ini menjadi bagian dari strategi Ukraina untuk melemahkan ekonomi dan mengganggu warga Rusia di luar garis depan perang. Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan telah menembak jatuh 426 drone Ukraina dalam satu malam di berbagai wilayah Rusia dan Krimea yang dianeksasi.

Di Lipetsk, sebuah drone Ukraina jatuh menimpa rumah dan menyebabkan kebakaran, menewaskan dua orang dan melukai dua lainnya, menurut Gubernur Lipetsk Igor Artamonov.

Selain itu, serangan drone Ukraina juga menargetkan fasilitas minyak Rusia di wilayah Nizhny Novgorod, yang merupakan bagian penting dari ekonomi energi Rusia. Gubernur Nizhny Novgorod Gleb Nikitin mengonfirmasi adanya kerusakan pada fasilitas industri akibat serangan tersebut, namun tanpa memberikan detail lebih lanjut.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed