Pengembang Luncurkan Rusun Subsidi di Meikarta dengan Cicilan Mulai Rp 1,7 Juta
Pengembang PT Mahkota Sentosa utama meluncurkan proyek rumah susun (rusun) subsidi di kawasan Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi, dengan skema fasilitas likuiditas pemilikan rumah (FLPP) yang menawarkan cicilan mulai Rp 1,7 juta per bulan, dilansir dari Detikcom.
Presiden Direktur PT Mahkota Sentosa utama, Indra Azwar, menjelaskan bahwa cicilan tersebut berlaku dengan tenor hingga 30 tahun dan bunga flat 6%.
"Penyediaan hunian terjangkau tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Pemerintah telah menyediakan instrumen pembiayaan melalui FLPP. Perbankan menyalurkan pembiayaan, sementara pengembang menyediakan hunian yang sesuai dengan ketentuan program. Kami ingin mengambil bagian dalam ekosistem tersebut agar semakin banyak masyarakat memiliki akses terhadap hunian yang layak dan terjangkau," kata Indra Azwar.
Indra menegaskan bahwa skema ini hanya dapat diakses oleh masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang memenuhi syarat. Di wilayah Jabodetabek, batas maksimal penghasilan MBR saat ini mencapai Rp 12 juta per bulan bagi yang belum menikah dan Rp 14 juta per bulan bagi yang sudah menikah.
"Yang menjadi perhatian bukan hanya berapa harga rumahnya, tetapi apakah masyarakat mampu mengakses pembiayaannya. Bunga tetap, uang muka yang ringan, dan tenor yang panjang memberikan ruang bagi masyarakat yang memenuhi kriteria untuk merencanakan kepemilikan rumah secara lebih terukur," ujarnya.
"Bagi pekerja, rumah yang terjangkau bukan hanya soal cicilan. Lokasi juga menentukan berapa banyak waktu dan biaya yang harus dikeluarkan setiap hari untuk bekerja dan menjalani kehidupan bersama keluarga. Karena itu, akses terhadap hunian perlu dilihat secara lebih menyeluruh," kata Indra.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) sebelumnya menyatakan bahwa proyek rusun subsidi di Meikarta dibangun di atas lahan hibah 30 hektare dari Lippo Group. Lahan tersebut dinilai mampu menampung sekitar 140 ribu unit rusun.
"(Lahan) 30 hektare ini luar biasa dari gambaran timnya Danantara, Pak James, dan tim kita kurang lebih bisa 140 ribu unit (rusun)," ujar Ara di kawasan Meikarta, Cikarang, Bekasi, Minggu (8/3/2026).
Ara menambahkan bahwa rusun tersebut ditargetkan sudah bisa dilakukan akad jual-beli akhir tahun 2026, dengan progres pembangunan minimal 20%. Tersedia tiga jenis unit, yakni isi satu hingga tiga kamar dengan luas 25 sampai 45 meter persegi.
"Mudah-mudahan akhir tahun ini sudah bisa dilakukan akad. Secara bertahap ada 141.000 unit yang disiapkan di Meikarta," kata Ara di Kantor Dewan Ekonomi Nasional, Kamis (23/7/2026).
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow