Aksi Ambil Untung Tekan Saham BBCA ke Level Rp5.850
Aksi ambil untung para investor menjelang penutupan bursa memicu koreksi tipis pada harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang ditutup melemah ke level Rp5.850 per lembar pada perdagangan akhir pekan, Jumat (29/5/2026).
Pelemahan emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia ini terjadi setelah harga saham BBCA sempat bergerak stagnan selama tiga hari berturut-turut sebelum penutupan akhir pekan.
Data bursa mencatat harga penutupan BBCA berfluktuasi di rentang Rp5.850 hingga Rp6.100 per lembar sepanjang minggu terakhir bulan Mei 2026, dengan tekanan yang cukup signifikan dalam jangka menengah.
Penurunan saham BBCA tercatat sebesar -2,05 persen dalam rentang satu hari perdagangan, sementara kinerja satu bulan terakhir berada di posisi -0,83 persen, dan performa Year to Date merosot hingga -26,01 persen.
Meskipun tertekan dalam jangka pendek, data bursa menunjukkan pertumbuhan jangka panjang emiten ini masih positif sebesar 129,81 persen dalam periode 10 tahun, dengan pertumbuhan all-time high mencapai 16,97 K persen sejak melantai pada 31 Mei 2000.
Mayoritas analis terpantau masih mempertahankan pandangan optimis terhadap fundamental perusahaan berdasarkan riset terbaru dari beberapa lembaga sekuritas.
Hasil riset CGS International memutuskan untuk tetap mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga jangka panjang pada level Rp10.000 per lembar, yang mencerminkan potensi kenaikan sekitar 68,8 persen.
Penyesuaian proyeksi dilakukan oleh BRI Danareksa Sekuritas yang memangkas target harga masa depan BBCA dari Rp11.400 menjadi Rp10.900 per lembar, namun tetap merekomendasikan beli karena performa keuangan perusahaan dinilai solid.
Ketahanan saham BBCA di pasar modal disokong utama oleh kuatnya realisasi keuntungan perusahaan yang merilis laporan keuangan kuartal pertama pada 23 April 2026 (FY2026Q1) dengan kenaikan nilai Earning Per Share (EPS) sebesar 119.49.
Capaian EPS tersebut konsisten meningkat jika dibandingkan dengan kuartal keempat tahun lalu (FY2025Q4) yang berada di angka 114.58, serta kuartal ketiga (FY2025Q3) di posisi 117.68.
Manajemen bank yang berdiri sejak 10 Agustus 1955 ini juga konsisten membagikan keuntungan melalui instrumen dividen kepada para pemegang sahamnya.
Catatan korporasi menunjukkan BBCA mendistribusikan dividen senilai 281 per lembar saham pada ex-date tanggal 30 Maret 2026, setelah sebelumnya membagikan dividen sebesar 55 per lembar saham pada ex-date tanggal 3 Desember 2025.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow