Investor Asing Jual Saham ADRO Rp112,8 Miliar, Beli AADI Rp380,9 Miliar

Smallest Font
Largest Font

Investor asing melakukan penjualan bersih (net sell) saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) sebesar Rp112,8 miliar, sementara PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) mencatat pembelian bersih (net buy) asing sebesar Rp380,9 miliar sepanjang perdagangan pekan 7-11 September 2026, dilansir dari data Stockbit Sekuritas pada Minggu (13/9/2026).

Saham ADRO mengalami tekanan jual asing yang membuat harga sahamnya melemah 1,1% pada akhir perdagangan Jumat (11/9/2026) ke level Rp2.640. Dalam sepekan, harga saham ADRO turun 2,9%, meski secara bulanan naik 4,3% dan naik 45,8% secara year to date (ytd).

Sementara saham AADI, meskipun ditutup turun tipis 0,4% menjadi Rp12.225, justru mencatat penguatan mingguan sebesar 8,6%, kenaikan bulanan 33,2%, dan kenaikan year to date mencapai 75,2%.

Perbedaan arah pergerakan saham ADRO dan AADI dipengaruhi oleh fokus bisnis yang berbeda. ADRO mengembangkan bisnis batu bara metalurgi, hilirisasi mineral, jasa pertambangan, dan energi terbarukan, sedangkan AADI lebih fokus pada bisnis batu bara termal.

Beberapa pemilik manfaat atau pengendali individu pada kedua perusahaan antara lain Garibaldi Thohir, Christian Ariano Rachmat, Michael WP Soeryadjaya, dan Arini Saraswaty Subianto.

Pluang Maju Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk saham ADRO dengan target harga Rp3.450 untuk horizon 12 bulan mendatang, yang mencerminkan potensi kenaikan sekitar 30,6% dari posisi terakhir.

"Rekomendasi tersebut didukung oleh peluang akselerasi kinerja dan valuasi sektor batu bara yang masih di bawah rata-rata historis," ujar Pluang Maju Sekuritas.

Pluang Maju Sekuritas juga menyoroti diversifikasi pendapatan ADRO, termasuk kontribusi bisnis aluminium yang mulai terlihat menjelang akhir tahun, yang diharapkan mengurangi ketergantungan perusahaan pada satu komoditas.

"Persetujuan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) berpotensi meningkatkan kuota produksi hingga 10-12 persen," tambah Pluang Maju Sekuritas.

Selain itu, peluang normalisasi harga batu bara yang masih berada pada level tinggi juga menjadi faktor yang dinilai dapat menopang prospek ADRO dalam beberapa periode mendatang.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed