Saham Bumi Resources Melemah 16 Persen dalam Sepekan
Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatatkan penurunan tajam sebesar 16,07 persen dalam periode perdagangan sepekan terakhir, yakni 22 hingga 26 Juni 2026. Pelemahan ini menghentikan tren penguatan yang sempat terjadi pada dua pekan sebelumnya.
Dilansir dari investor.id, saham emiten pertambangan Grup Bakrie dan Salim ini mayoritas bergerak di zona merah dan hanya mencatatkan satu kali penguatan harian sepanjang pekan tersebut. Secara akumulasi, investor asing membukukan aksi jual bersih atau net sell senilai Rp67,87 miliar.
Pada perdagangan Jumat, 26 Juni 2026, saham BUMI merosot 4,73 persen dan ditutup pada level Rp141 per lembar saham. Aktivitas transaksi tercatat mencapai 2,66 miliar saham dengan frekuensi 48.832 kali serta nilai transaksi total Rp375,54 miar, meskipun pada hari yang sama investor asing melakukan aksi beli bersih tipis sebesar Rp11,74 miliar.
Berdasarkan data harian kompasiana.com dan fortuneidn.com, pergerakan saham emiten dengan kapitalisasi pasar Rp53 triliun ini sempat dibuka stagnan tanpa perubahan poin di level Rp148 pada awal sesi pertama perdagangan 26 Juni 2026. Penurunan performa pekanan ini membuat pergerakan saham BUMI sepanjang tahun berjalan merosot hingga 61,48 persen.
Di tengah fluktuasi harga pasar, analisis internal perusahaan menunjukkan pertumbuhan kinerja keuangan yang signifikan sepanjang tahun buku 2025. Pendapatan usaha emiten tumbuh tipis 4,79 persen menjadi USD 1,42 miliar dari tahun sebelumnya yang sebesar USD 1,35 miliar, sementara laba bersih melonjak hingga 35,70 persen mencapai USD 122,30 juta.
Lonjakan performa finansial ditopang oleh kenaikan laba usaha sebelum bunga dan pajak (EBIT) sebesar 131,43 persen menjadi USD 141,33 juta akibat efisiensi biaya operasional yang ketat. Manajemen korporasi kini dijalankan di bawah struktur kendali bersama antara Grup Bakrie di sektor operasional taktis pertambangan dan Grup Salim selaku mitra modal strategis untuk tata kelola keuangan.
Menghadapi kebijakan dekarbonisasi global, perusahaan juga melakukan ekspansi ke sektor mineral kritis sepanjang 2025 dengan mengakuisisi 100 persen saham Wolfram Limited di Australia, 64,98 persen saham Jubilee Metals Limited di Queensland, serta tahap akhir akuisisi 45 persen saham Laman Mining di Kalimantan Barat. Seluruh pendanaan ekspansi bersumber dari penerbitan Obligasi Berkelanjutan I BUMI Tahap II senilai Rp1,85 triliun.
Rekomendasi dari lembaga analis menunjukkan target harga jangka panjang yang bervariasi untuk saham berkode BUMI ini. Samuel Sekuritas dalam riset ekuitas per 26 Juni 2026 mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp300, sedangkan analisis penilaian berbasis kelipatan nilai perusahaan terhadap EBITDA dalam laporan kompasiana.com menargetkan harga wajar di angka Rp185 per lembar saham.
What's Your Reaction?
-
1
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow