Bumi Resources Perluas Diversifikasi Tambang Non-Batu Bara
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) secara agresif bertransisi dari produsen batu bara murni menjadi emiten pertambangan terdiversifikasi melalui aksi akuisisi sejumlah tambang mineral strategis seperti tembaga, emas, dan bauksit.
Strategi ekspansi emiten pertambangan ini mencakup akuisisi penuh 100 persen saham Wolfram untuk komoditas tembaga pada November 2025 dan Jubilee untuk komoditas emas pada Desember 2025. Perusahaan juga mencaplok 45 persen saham Laman Mining yang menguasai cadangan bauksit mencapai 30 juta ton, serta merencanakan pengambilalihan Loyal Metals di Australia senilai Rp977 miliar.
Di sisi lain, BUMI melepas Citra Palu Mineral (CPM) ke PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) senilai Rp151,99 miliar pada Juni 2026 demi merampingkan struktur kepemilikan grup. Langkah transformasi bisnis ini berlangsung beriringan dengan dinamika teknikal harga saham BUMI di Bursa Efek Indonesia.
Secara pergerakan pasar, BUMI sempat melonjak hingga menyentuh level tertinggi Rp196 per lembar saham pada Kamis, 23 Juli 2026, sebelum ditutup melemah di level Rp171 pada perdagangan Jumat akibat koreksi teknikal sehat usai menguji batas MA200 Daily. Saham BUMI bergerak menguji area support Rp164-Rp170 untuk mempertahankan tren naik jangka menengahnya.
Rangkaian aksi korporasi dan valuasi saham emiten ini mendapat sorotan langsung dari lembaga analis pasar modal.
"Harga saham BUMI turun dari Rp 236 pada kuartal pertama 2026 ke sekitar Rp 175 saat ini, mencerminkan sentimen negatif sektor batu bara dan koreksi konglomerasi," ujar BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS).
Lembaga sekuritas tersebut menilai momen akuisisi ini sangat menguntungkan di tengah tingginya harga komoditas global.
"Harga Rp 175 mengindikasikan rasio PE 39 kali dan PBV 2,3 kali. Secara historis, saham BUMI saat ini relatif undervalued karena PE historis pernah lebih dari 500 kali dengan rata-rata tiga tahun 159 kali," kata BRIDS.
Kinerja keuangan emiten juga dipandang semakin rasional setelah melewati masa pemulihan internal.
"PE 39 kali saat ini menunjukkan normalisasi ke level rasional setelah kemampuan laba BUMI kembali berkelanjutan dan restrukturisasi utang selesai," jelas BRIDS.
Transformasi ini memperkuat portofolio bisnis perusahaan di luar sektor batu bara tradisional.
"Cerita BUMI sekarang bukan hanya mengandalkan pemulihan harga batu bara, melainkan transformasi ke platform pertambangan terdiversifikasi dengan kombinasi tembaga, emas, bauksit, dan batu bara. Timing akuisisi mineral di tengah harga emas dan tembaga tinggi adalah strategi yang tepat," menggarisbawahi BRIDS.
Penetrasi pasar non-batu bara BUMI didukung kondisi lonjakan harga emas dunia yang menembus US$4.000 per troy ounce serta ketatnya pasokan pasar tembaga secara struktural.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow