Saham BYAN dan Grup Jhonlin Melesat di Tengah Rumor Akuisisi
Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dan sejumlah emiten yang terafiliasi dengan pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam melonjak signifikan pada perdagangan Selasa (18/8/2026). Penguatan pasar saham ini dipicu beredarnya rumor akuisisi 62,2% saham BYAN senilai US$5,5 miliar oleh pemilik Jhonlin Group tersebut.
Pergerakan saham BYAN menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA) dengan kenaikan 20% ke level Rp17.275 per saham setelah mencatatkan transaksi senilai Rp88,49 miliar. Berdasarkan data Bloomberg per 18 Agustus 2026, porsi kepemilikan saham BYAN saat ini dikuasai oleh Low Tuck Kwong sebesar 40,25%, Elaine Low sebesar 22%, serta PT Sumber Suryadaya Prima sebesar 10%.
Lonjakan harga juga terjadi pada emiten-emiten Grup Jhonlin di bursa. Saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) melesat 24,88% ke level Rp2.510, PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) naik 21,09% ke posisi Rp1.665, PT Pratama Guna Nusa Tbk (PGUN) melonjak 19,93% ke level Rp9.175, PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) menguat 6,69% ke level Rp510, dan PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) naik 5,41% ke posisi Rp312 per saham.
Spekulasi aksi korporasi pasar modal ini merebak setelah beredar foto kunjungan Haji Isam bersama pemegang saham pengendali BYAN, Dato' Low Tuck Kwong, di area tambang Kutai Kartanegara pada Sabtu (15/8/2026). Selain itu, investor mencermati rencana Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) JARR yang dijadwalkan pada 21 September 2026.
Seorang sumber yang dekat dengan pihak BYAN memberikan konfirmasi terkait kabar transaksi akuisisi saham tambang batu bara tersebut.
"Saya dengar memang begitu, saham BYAN akan dijual ke Haji Isam, rumor yang saya dengar deal di sekitar US$5,5 miliar," ujar sumber IDNFinancials yang dekat dengan BYAN.
Meskipun demikian, manajemen Jhonlin Group maupun PT Bayan Resources Tbk belum menerbitkan keterbukaan informasi resmi di Bursa Efek Indonesia terkait kepastian transaksi maupun struktur akuisisi tersebut.
Dari sisi kinerja keuangan semester I 2026, BYAN membukukan laba bersih US$410,25 juta atau sekitar Rp7,41 triliun dengan pendapatan US$1,74 miliar. Sementara itu, kinerja emiten Grup Jhonlin mencatat laba bersih TEBE sebesar Rp20 miliar, PGUN sebesar Rp44 miliar, dan JARR sebesar Rp159 miliar pada periode yang sama.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow