Saham Moderna dan Merck Melambung Tinggi Usai Uji Klinis Kanker

Smallest Font
Largest Font

Saham Moderna Inc. (MRNA) dan Merck & Co Inc. (MRK) melesat hingga menyentuh level tertinggi dalam 52 minggu terakhir pada perdagangan Rabu, 19 Agustus 2026. Melonjaknya harga saham kedua perusahaan farmasi tersebut didorong oleh kesuksesan uji klinis tahap akhir obat kanker melanoma yang mereka kembangkan bersama.

Pada penutupan perdagangan, saham Moderna melonjak hampir 177 persen dan sempat menyentuh rekor tertinggi di level 176,66 dolar AS per lembar. Lonjakan ini menjadi kenaikan harian terbesar sepanjang sejarah perusahaan. Sementara itu, saham Merck turut terangkat lebih dari 12 persen hingga mencapai level 153,50 dolar AS, yang merupakan raihan tertinggi sejak Maret 2009.

Uji klinis fase tiga bertajuk INTerpath-001 melibat sebanyak 1.137 pasien melanoma berisiko tinggi setelah menjalani pembedahan. Hasil penelitian mengonfirmasi bahwa penggunaan terapi Intismeran Autogene yang dikombinasikan dengan Keytruda berhasil meningkatkan masa bebas kekambuhan dan menekan penyebaran metastasis ke organ tubuh lain secara signifikan.

Pencapaian ini mencatatkan sejarah sebagai hasil uji klinis fase tiga positif pertama bagi terapi neoantigen terpersonalisasi maupun vaksin kanker berbasis mRNA milik Moderna. Data awal tersebut memperkuat temuan fase 2b sebelumnya yang menunjukkan penurunan risiko kekambuhan atau kematian sebesar 49 persen serta penurunan risiko metastasis sebesar 59 persen.

Saat ini, kedua produsen farmasi tersebut terus memantau tingkat kelangsungan hidup pasien secara keseluruhan. Selain itu, mereka sedang menguji penerapan terapi mRNA tersebut pada sembilan uji klinis tambahan yang mencakup kanker paru-paru, kandung kemih, ginjal, pankreas, hingga kanker lambung.

Dampak positif dari hasil uji klinis ini turut mengubah sentimen para investor ritel di platform Stocktwits untuk saham MRNA dan MRK dari 'bearish' menjadi 'extremely bullish' dalam kurun waktu 24 jam dengan volume diskusi yang sangat tinggi. Sepanjang tahun 2026, saham Moderna tercatat telah menguat lebih dari 465 persen, sedangkan saham Merck menguat hampir 43 persen.

Pada hari yang sama, pergerakan positif juga dialami oleh saham Target Corp. (TGT) yang ditutup menguat lebih dari 4 persen ke level tertinggi 161,98 dolar AS. Penguatan saham ritel raksasa ini dipicu oleh hasil kinerja keuangan kuartal kedua yang melampaui estimasi konsensus analis serta revisi naik target harga dari sejumlah lembaga keuangan Wall Street.

Target membukukan laba bersih per saham yang disesuaikan sebesar 2,46 dolar AS dengan total pendapatan mencapai 26,54 miliar dolar AS. Lembaga riset DA Davidson menaikkan target harga saham Target dari 170 menjadi 185 dolar AS dengan mempertahankan peringkat 'Buy'.

Perusahaan menunjukkan manajemen inventaris, rantai pasok, eksekusi toko, dan kekuatan pengiriman yang lebih baik, kata analisis DA Davidson.

Analis tersebut menambahkan bahwa penjualan toko yang sama (comparable sales) Target tampil solid selama dua kuartal berturut-turut dengan margin yang membalas 140 basis poin dari titik terendah 3,5 persen pada kuartal pertama tahun 2023.

Masih ada ruang pertumbuhan yang luas, baik dari segi penjualan maupun laba, yang akan menghasilkan kekuatan pendapatan lebih tinggi, ujar analisis DA Davidson.

Lembaga keuangan Barclays juga menaikkan target harga saham Target menjadi 140 dolar AS dari sebelumnya 115 dolar AS, meski tetap mempertahankan peringkat 'Underweight'. Sepanjang tahun 2026, harga saham Target telah mencatatkan kenaikan lebih dari 58 persen.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed