Saham SINI Merosot 44 Persen Jadi Top Loser Saat IHSG Melemah

Smallest Font
Largest Font

Saham PT Singaraja Putra Tbk (SINI) mengalami penurunan harga tajam sebesar 44,78 persen hingga memimpin jajaran saham top losers pada perdagangan Rabu, 10 Juni 2026. Koreksi signifikan ini terjadi di tengah pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia yang turun sebesar 0,74 persen menuju level 6.888,51.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia, saham SINI merosot dari harga sebelumnya Rp1.150 menjadi Rp635 per lembar saham. Penurunan tajam ini menempatkan perusahaan di posisi teratas emiten dengan performa terburuk pada hari ini.

"Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan."

Daftar Emiten Top Losers Hari Ini

Selain saham SINI, beberapa emiten lain juga mencatatkan pelemahan harga yang cukup besar dan masuk dalam kategori top losers. Tekanan jual yang tinggi membuat saham-saham tersebut kehilangan kapitalisasi pasar dalam waktu singkat.

Berikut adalah daftar tiga saham utama yang mengalami penurunan terdalam pada hari ini:

Tabel Daftar Saham Top Losers 10 Juni 2026
Kode SahamNama PerusahaanHarga Awal (Rp)Harga Akhir (Rp)Persentase Penurunan
SINIPT Singaraja Putra Tbk1.15063544,78%
SNLKPT Sunter Lakeside Hotel Tbk1.19575037,24%
MITIPT Mitra Investindo Tbk62043030,65%

Kondisi Pasar dan Aliran Dana Asing

Pelemahan bursa domestik ini juga diwarnai oleh aksi jual oleh pemodal internasional. Berdasarkan data perdagangan, aktivitas investor asing tercatat cukup berimbang namun tetap membukukan penjualan bersih yang menekan pergerakan indeks harian.

Statistik Transaksi Pemodal Asing

Investor asing mencatatkan total transaksi yang fluktuatif di seluruh papan perdagangan:

  • Total pembelian saham oleh pemodal asing mencapai Rp17,46 triliun.
  • Total penjualan saham oleh pemodal asing mencapai Rp17,48 triliun.
  • Nilai penjualan bersih atau net sell asing membukukan angka senilai Rp11,45 miliar.

Aksi Jual pada Saham GOTO

Salah satu emiten teknologi terbesar di bursa turut menjadi sasaran aksi jual bersih oleh investor luar negeri. Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatatkan net sell sebesar Rp84,41 miliar, yang ikut membebani pergerakan indeks sektoral.

Penurunan IHSG ke level 6.888,51 dipicu oleh melemahnya sejumlah sektor pembobot utama, terutama sektor komoditas dan industri. Meski demikian, beberapa sektor defensif masih mampu bergerak melawan arah pasar dan ditutup di zona hijau.

Sektor yang Melemah

Beberapa sektor yang mengalami tekanan jual paling besar antara lain:

  • Sektor energi melemah signifikan sebesar 5,79 persen.
  • Sektor industri mengalami penurunan sebesar 3,49 persen.
  • Sektor material dasar melemah sebesar 3,02 persen.
  • Sektor transportasi anjlok sebesar 2,65 persen.

Sektor yang Menguat

Di sisi lain, terdapat empat sektor yang tetap bertahan dan mengalami penguatan di akhir perdagangan:

  • Sektor kesehatan menguat paling tinggi hingga 4,42 persen.
  • Sektor barang konsumsi non-primer naik sebesar 0,76 persen.
  • Sektor teknologi meningkat sebesar 0,38 persen.
  • Sektor barang konsumsi primer mengalami kenaikan tipis 0,21 persen.

Secara regional, tekanan pada pasar saham domestik sejalan dengan kondisi pasar saham Asia-Pasifik. Indeks saham MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang dilaporkan mengalami penurunan sekitar 3 persen, sementara dari pasar komoditas global, harga minyak Brent berjangka merangkak naik 25 sen atau 0,27 persen menjadi $91,70 per barel.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed