Saham Unitree Robotics Melonjak 542 Persen saat Debut di Bursa Shanghai

Smallest Font
Largest Font

Produsen robot humanoid asal Hangzhou, Unitree Robotics, mencatatkan kenaikan harga saham hingga 542 persen saat debut perdananya di STAR Market Shanghai pada Rabu, 19 Agustus 2026. Perusahaan berhasil meraup dana penawaran umum perdana atau IPO sebesar 6,1 miliar yuan atau sekitar 905 juta dolar AS.

Saham Unitree ditutup menguat 460 persen ke level 845 yuan dari harga penawaran awal sebesar 150,8 yuan. Nilai kapitalisasi pasar produsen robotik Tiongkok tersebut kini diperkirakan mencapai 50 miliar dolar AS, setelah sempat menyentuh level tertinggi di 1.100 yuan.

Kinerja perdana di bursa saham ini memberikan kekayaan di atas kertas senilai lebih dari 12 miliar dolar AS bagi CEO Unitree Wang Xingxing. Pendiri yang merintis perusahaan sejak 2016 tersebut memegang sekitar seperlima kepemilikan saham perusahaan.

Aksi korporasi Unitree juga menarik investasi sebesar 140,8 juta yuan dari perusahaan kecerdasan buatan Tiongkok DeepSeek. Selain DeepSeek, raksasa teknologi Tencent tercatat sebagai salah satu investor awal yang mendukung produsen robotik ini.

Sebelum resmi melantai di bursa, Unitree memperkenalkan model robot humanoid baru bernama Superman pada Senin. Robot tersebut diklaim mampu melompat setinggi dua meter dan berlari dengan kecepatan hingga 12,66 meter per detik, melebihi rekor lari cepat 100 meter manusia.

Meskipun mencatatkan keuntungan bisnis, sebagian besar produk Unitree saat ini dialokasikan untuk universitas dan lembaga penelitian. Pasar Amerika Serikat menyumbang sekitar 13 persen dari total pendapatan perusahaan yang mencapai 250 juta dolar AS pada tahun lalu.

Langkah ekspansi Unitree di pasar Amerika Serikat menghadapi tantangan pembatasan impor robot asing baru akibat kebijakan keamanan nasional. Departemen Pertahanan Amerika Serikat juga memasukkan Unitree ke dalam daftar perusahaan militer Tiongkok, yang melarang kontrak langsung dengan militer AS meskipun perusahaan menegaskan produknya murni untuk penggunaan sipil.

Laporan riset pasar Omdia mencatat Unitree bersama AgiBot menyumbang lebih dari 70 persen dari total pengiriman 13.000 robot humanoid secara global pada tahun lalu. Bank Morgan Stanley memproyeksikan pengiriman robot humanoid Tiongkok melonjak hingga 50.000 unit tahun ini, dengan estimasi nilai pasar tumbuh dari 2 miliar dolar AS menjadi 15 miliar dolar AS pada 2030.

"Pembeli ritel Tiongkok cenderung lebih didorong oleh hype," kata Lian Jye Su, Analis Utama Omdia.

Namun, ia menekankan pentingnya pencatatan saham tersebut bagi industri robotika secara keseluruhan.

"Tetapi hal terpenting tentang IPO ini adalah fakta bahwa ini akan menjadi indikator utama bagi industri robotika humanoid," ujar Lian Jye Su, Analis Utama Omdia.

Lian menambahkan bahwa perkembangan bisnis perusahaan akan dipantau ketat di tengah tahap awal industri ini.

"Industri ini masih dalam tahap yang sangat awal," kata Lian Jye Su, Analis Utama Omdia.

Ia menyoroti fokus utamanya terhadap permintaan pasar yang sebenarnya.

"Hal pertama yang saya cari jawabannya adalah seberapa riil permintaannya?" ujar Lian Jye Su, Analis Utama Omdia.

Debut gemilang Unitree mengikuti jejak produsen chip memori CXMT yang mencatatkan lonjakan saham 466 persen pada hari pertama perdagangan bulan lalu. Momentum ini bertepatan dengan digelarnya Konferensi Robot Dunia di Beijing yang menampilkan ratusan inovasi teknologi Tiongkok.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed