San Jose Earthquakes Tantang FC Dallas demi Bangkit di MLS
San Jose Earthquakes dijadwalkan menjamu FC Dallas dalam pertandingan Wilayah Barat Major League Soccer (MLS) di PayPal Park pada Sabtu, 16 Mei 2026, pukul 22.30 waktu setempat, demi bangkit dari kekalahan 3-2 pada laga tengah pekan.
Berdasarkan data statistik Field Level Media, San Jose saat ini mengoleksi 29 poin dari rekor 9-2-2 yang membuat mereka menyamai posisi Vancouver Whitecaps di puncak klasemen Wilayah Barat. Sementara itu, FC Dallas tertahan di peringkat ketujuh dengan perolehan 19 poin dari hasil 5-4-4.
Kekalahan pada Rabu lalu menghentikan rekor delapan pertandingan tidak terkalahkan milik San Jose saat tumbang dari Seattle Sounders. Di sisi lain, manajer Vancouver Whitecaps Jesper Sorensen sebelumnya juga mengantisipasi persaingan sengit kontra San Jose di PayPal Park pada Minggu, 10 Mei 2026, saat kedua tim sama-sama mengoleksi 29 poin.
Dilansir dari mlssoccer.com, Vancouver saat itu mengungguli San Jose dalam aspek selisih gol serta masih mengantongi tabungan satu pertandingan. Berdasarkan statistik Field Level Media, kedua klub baru menderita total dua kekalahan gabungan dari 21 pertandingan yang telah berjalan.
Sorensen menurunkan penjaga gawang Takaoka sebagai starter untuk mengawal gawang timnya dalam laga penuh gengsi tersebut.
"It has to be, right?" ujar Jesper Sorensen, Whitecaps head coach.
Arsitek tim asal Denmark tersebut menilai performa impresif kedua kubu membuat laga berjalan menarik. Salah satu dari total dua kekalahan yang dialami kedua tim terjadi saat mereka saling berhadapan pada bulan Maret lalu di BC Place.
"It's two teams [who've] done an unbelievable first part of the season here. Combined, it's two losses for the two teams in [21] games, and one of them was because we played each other," kata Jesper Sorensen, Whitecaps head coach.
Sorensen juga menyoroti tantangan lain berupa jeda turnamen internasional yang akan bergulir di tengah bergulirnya kompetisi domestik. Namun, ia memastikan timnya akan menyuguhkan permainan yang menghibur bagi para pencinta sepak bola.
"Of course, it should be an exciting game for people to follow, even though you are maybe not invested in one of the two teams. It should be an exciting game for the league, and we'll try to make it as exciting as possible," tutur Jesper Sorensen, Whitecaps head coach.
Ambisi besar untuk membalas kekalahan pada pertemuan pertama disuarakan oleh gelandang Vancouver Whitecaps, Sebastian Berhalter. Skuad Whitecaps termotivasi penuh untuk membawa pulang poin sempurna dari markas lawan.
"I think it's a game that we're gonna want back," kata Sebastian Berhalter, Vancouver Best XI midfielder.
Hasil buruk pada paruh pertama musim menjadi pelecut semangat bagi tim tamu untuk memperbaiki catatan di kolom kekalahan mereka. Berhalter menegaskan rasa tidak nyaman dari satu-satunya kekalahan tersebut menjadi dorongan membalikkan keadaan.
"That's our [only] loss on the year, and it doesn't feel good. Every time you see one in that, or whatever number it is in the L [column], it's not fun. So, for us, we want to right that wrong," ujar Sebastian Berhalter, Vancouver Best XI midfielder.
Gelandang andalan tersebut menyatakan bahwa seluruh elemen tim memiliki rasa lapar yang besar untuk mengamankan posisi puncak klasemen. Target mereka tidak hanya menjadi yang terbaik di Wilayah Barat, melainkan juga di seluruh kompetisi Supporters' Shield.
"I think we're hungry to prove that we’re the best team in the West and the best team in the league," ucap Sebastian Berhalter, Vancouver Best XI midfielder.
Melalui persiapan yang matang, Vancouver Whitecaps dipastikan tampil menekan sejak menit awal pertandingan. Berhalter menekankan tekad bulat timnya untuk membalas hasil pertandingan sebelumnya.
"They got one on us, and we want to get one back, for sure," kata Sebastian Berhalter, Vancouver Best XI midfielder.
Di kubu tuan rumah, pelatih kepala San Jose Earthquakes Bruce Arena memercayakan posisi penjaga gawang utama kepada Daniel. Keputusan ini diambil saat tim harus kehilangan pilar penting seperti Timo Werner dan Niko Tsakiris akibat cedera, sementara FC Dallas memulai sembilan laga tandang beruntun dengan rotasi skuad termasuk penampilan perdana kiper Jonathan Sirois.
"It was a good goal, obviously coming in the first couple minutes of the game. ... Nick played a good 90 minutes," ujar Bruce Arena, Pelatih San Jose.
Mantan pelatih tim nasional Amerika Serikat tersebut tetap memercayai kedalaman skuadnya dan memuji produktivitas lini depan. Arena memberikan apresiasi khusus kepada Preston Judd yang tercatat selalu mencetak gol dalam lima laga beruntun dengan total sembilan gol musim ini, sedangkan striker FC Dallas Petar Musa telah mengemas 11 gol untuk menyamai Lionel Messi dari Inter Miami di peringkat kedua liga.
"And Preston Judd continues to do his job as a center forward and scored another goal, so that's a real positive," kata Bruce Arena, Pelatih San Jose.
Arena juga mencermati jadwal padat berupa 12 pertandingan yang harus dijalani anak asuhnya sejak 11 April. Masa rehat kompetisi dinilai menjadi momen krusial sebelum tim memasuki paruh kedua musim.
"The break is the break," ucap Bruce Arena, Pelatih San Jose.
Manajemen kebugaran pemain menjadi fokus utama Arena selama jeda liga berlangsung. Ia mengakui tantangan berat menghadapi jeda di tengah musim berjalan, sesuatu yang tidak biasa terjadi di kompetisi domestik Amerika Serikat.
"It'll certainly be different in this league. We're not used to something like this. Obviously, most leagues in the world are off during this time. The odd part with us is it’s the middle of our season, so that’ll be challenging. But we are prepared to have a good schedule during the break where we can get our guys back into form and hopefully be ready for the second half of the season," tutur Bruce Arena, Pelatih San Jose.
Terkait kekuatan lawan sebelumnya, Arena memprediksi bintang Vancouver Thomas Müller akan tetap turun bertanding meski dilaporkan sempat mengalami kendala kebugaran menjelang laga. Kehadiran mantan pemain Bayern Munchen tersebut diwaspadai karena pengalaman serta kemampuan teknisnya yang tinggi.
"I’m sure he’s playing," ujar Bruce Arena, San Jose head coach.
Arena menilai rekam jejak karier sang pemain akan memberikan ujian berat bagi organisasi pertahanan San Jose Earthquakes.
"I don’t know if you’ve followed that gentleman at all. He’s been a pretty good player in his career, so that’s what he brings," kata Bruce Arena, San Jose head coach.
Walau kondisi skuadnya pincang akibat badai cedera, Arena menegaskan agar para pemainnya tidak mencari-cari alasan di lapangan. Setiap pemain pengganti dituntut tampil profesional demi menjaga konsistensi posisi klub di papan atas klasemen.
"He’s a highly-skilled, experienced player. We’ve played against him before and it’s going to be challenging," ucap Bruce Arena, San Jose head coach.
Arena menyayangkan situasi cedera yang menimpa beberapa pilar utamanya menjelang laga krusial ini. Namun, ia tetap meminta komitmen penuh dari seluruh anggota tim yang tersedia.
"Injuries are unfortunate," ujar Bruce Arena, San Jose head coach.
Sementara itu, pelatih kepala FC Dallas Eric Quill terancam sanksi disiplin setelah menerima kartu merah pada menit ke-87 dalam laga kontra Vancouver karena kedapatan melangkah masuk ke dalam lapangan permainan.
"This was a missed opportunity," kata Eric Quill, Pelatih FC Dallas.
Nakhoda tim asal Texas tersebut menegaskan perlunya pertanggungjawaban kolektif dari seluruh elemen tim setelah hasil minor yang mereka dapatkan di markas sendiri.
"We all need to take accountability, myself included, and find ways to improve because we're capable of being at the top of the standings," ujar Eric Quill, Pelatih FC Dallas.
Terkait kondisi fisik, penyerang San Jose Jamar Ricketts tidak memungkiri adanya tekanan fisik yang melanda skuad akibat akumulasi jadwal kompetisi liga reguler dan turnamen U.S. Open Cup.
"There's a little fatigue," tutur Jamar Ricketts, Penyerang San Jose.
Meski demikian, penyerang tersebut menilai situasi padat seperti ini mirip dengan pengalaman yang dilalui para pemain semasa berkompetisi di tingkat universitas.
"But a lot of these guys have played in college, and college is like this, where you play on the weekend and you play in the midweek. Obviously, you're not playing against the same caliber of players that you're playing here. That's what takes a toll. But we embrace it. Everybody's focused. There are really no days off," kata Jamar Ricketts, Penyerang San Jose.
Pertandingan kedua tim akan disiarkan ke seluruh dunia melalui Apple TV sebelum kompetisi resmi MLS dijadwalkan bergulir kembali pada 22 Juli setelah melewati masa jeda turnamen.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow