Satelit Sentinel-2 Rekam Perubahan Vegetasi Pasca-Erupsi Anak Krakatau

Smallest Font
Largest Font

Citra satelit Sentinel-2 merekam penurunan vegetasi secara drastis di Pulau Sertung pasca-erupsi gunung Anak Krakatau pada awal September 2026. Material abu vulkanik yang menutupi permukaan pulau tersebut kini menjadi bahan induk bagi perkembangan tanah baru di masa depan.

Hasil analisis penginderaan jauh menunjukkan rona hijau tumbuhan di Pulau Sertung hampir menghilang sepenuhnya dalam rentang waktu satu bulan. Data menunjukkan indeks vegetasi (NDVI) Pulau Sertung merosot dari rata-rata 0,72 pada 8 Agustus 2026 menjadi mendekati angka nol pada 8 September 2026.

Pengukuran kanal short-wave infrared (SWIR) dan normalized difference moisture index (NDMI) juga mengonfirmasi penurunan kadar air vegetasi secara drastis. Perubahan karakter permukaan menjadi nonvegetatif ini dipicu oleh tertutupnya lapisan tumbuhan oleh abu serta kerusakan mekanis akibat jatuhan tephra.

Berbeda dengan Pulau Sertung di sebelah barat, Pulau Panjang yang terletak di sebelah timur Anak Krakatau masih mempertahankan respons vegetasi yang kuat. Perbedaan ini terjadi karena material erupsi terbawa oleh angin yang cenderung mengarah ke barat dan barat daya.

Pengamatan laboratorium terhadap material erupsi menunjukkan dominasi fragmen batuan, mineral kristal, serta gelas vulkanik dengan kandungan bahan organik yang sangat rendah. Seiring berjalannya waktu, material letusan ini akan mengalami pelapukan akibat air hujan dan aktivitas mikroorganisme hingga membentuk lapisan tanah baru.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed