Sejumlah Sekuritas Pertahankan Rekomendasi Beli Saham BBCA

Smallest Font
Largest Font

Sejumlah lembaga sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) setelah emiten perbankan swasta tersebut merilis pencapaian laba bersih bank-only senilai Rp20,8 triliun hingga April 2026.

Langkah mempertahankan rekomendasi tersebut didasarkan pada perolehan laba bersih bulanan khusus pada April 2026 yang menyentuh Rp4,8 triliun. Capaian ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan non-bunga sebesar 8 persen secara tahunan menjadi Rp10,43 triliun, sehingga performa empat bulan pertama tersebut setara dengan 34 persen dari target konsolidasi sepanjang tahun 2026.

Dilansir dari asatunews.co.id, pergerakan pasar modal terkait performa finansial ini diulas oleh beberapa lembaga sekuritas secara terpisah dengan proyeksi target harga saham yang bervariasi.

"Perolehan laba bersih tersebut sejalan dengan ekspektasi, karena setara 34% dari estimasi konsensus untuk konsolidasi tahun 2026. Sebagai pembanding, pada 4M25 mencapai 35% dari realisasi konsolidasi 2025," tulis Stockbit Sekuritas.

Catatan dari Stockbit Sekuritas yang dikutip pada Selasa (19/5/2026) tersebut menjadi salah satu acuan pasar. Sementara itu, analisis dari Ciptadana Sekuritas Asia memaparkan bahwa valuasi saham saat ini diperdagangkan pada 2,4x PBV dan 11,7x PE estimasi 2026 yang mencerminkan diskon mendalam dari rata-rata historis, sehingga mereka menyematkan rekomendasi beli dengan target harga Rp9.200 per saham.

Di sisi lain, MNC Sekuritas turut memilih untuk mempertahankan rekomendasi beli untuk saham bank swasta terbesar di Indonesia tersebut. Namun, lembaga ini menurunkan target harga saham BBCA menjadi Rp8.700 dari posisi sebelumnya Rp10.500 per lembar saham akibat adanya revisi tingkat imbal hasil yang disyaratkan investor menjadi 7,5 persen.

Kebijakan manajemen BCA sendiri tercatat cukup konservatif dengan mengalihkan penempatan dana ke instrumen surat berharga yang melonjak 17,55 persen secara tahunan menjadi Rp425,41 triliun, di saat penyaluran kredit korporasi tumbuh melambat selama empat bulan berturut-turut menjadi Rp965,01 triliun atau hanya naik 5 persen secara tahunan.

Langkah mitigasi risiko tersebut memicu penurunan beban provisi sebesar 16 persen secara tahunan menjadi Rp1,06 triliun karena adanya pembalikan provisi pada bulan April, yang menjaga rasio biaya kredit tetap rendah di level 0,3 persen. Di sisi lain, penghimpunan dana pihak ketiga tetap tumbuh agresif sebesar 8,56 persen secara tahunan menjadi Rp1.246,05 triliun dengan rasio dana murah yang solid di angka 84,97 persen serta loan to deposit ratio berada di level 77,45 persen.

Pada perdagangan hari Senin, harga saham BBCA terpantau menguat menuju level Rp6.125 per lembar saham melalui nilai transaksi yang mencapai Rp1,25 triliun. Melalui aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia tersebut, investor asing membukukan nilai beli bersih terbesar di pasar reguler senilai Rp107,1 miliar.

Tabel Kinerja Keuangan Individual PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Hingga April 2026
Indikator (Rp miliar)4M 20254M 2026YoY% Target 2026Feb 2026Mar 2026Apr 2026YoYMoM
Pendapatan Bunga30.34530.5371%29%7.2447.9047.6470%-3%
Beban Bunga4.0804.3517%26%1.0141.0781.1445%6%
NII26.26526.1860%29%6.2306.8266.502-1%-5%
Pendapatan Non-Bunga9.70610.4368%35%2.0184.0572.14811%-47%
Beban Operasi10.28910.3681%27%2.8112.3612.75912%17%
PPoP25.68126.2532%33%5.4368.5235.892-2%-31%
Beban Provisi1.2751.068-16%28%229606-28-106%-105%
Laba Operasi24.40625.1853%33%5.2077.9175.9207%-25%
Pajak4.1954.3684%29%9781.1271.1227%-1%
Laba Bersih20.21120.8173%34%4.2306.7904.7996%-29%

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed