BCA Kucurkan Dividen Interim Rp3,07 Triliun untuk Kuartal III 2026

Smallest Font
Largest Font

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengalokasikan dana dividen interim sebesar Rp3,07 triliun atau setara Rp25 per saham untuk kuartal III-2026 setelah jajaran direksi dan komisaris menyetujui rencana korporasi tersebut pada Rabu (19/8/2026).

Langkah ini merupakan termin kedua dalam komitmen perseroan membagikan dividen interim sebanyak tiga kali pada tahun buku 2026, menyusul pembagian termin pertama pada 26 Juni 2026. Setiap pemilik saham akan menerima pembayaran senilai Rp2.500 per lot saham.

Alokasi dividen interim kuartal III ini ditopang oleh perolehan laba bersih BCA semester I-2026 yang menembus Rp29,53 triliun serta ketersediaan saldo laba ditahan tanpa batasan penggunaan sebesar Rp251,4 triliun. Seluruh pembayaran ini nantinya akan dihitung dalam kalkulasi dividen final pada RUPST tahun buku 2026.

Presiden Direktur BCA Hendra Lembong menjelaskan bahwa penetapan nilai dividen telah memperhitungkan kecukupan likuiditas, permodalan, dan ekspansi anak usaha.

"Kami bersyukur dapat kembali menjalankan komitmen untuk membagikan dividen interim lebih dari satu kali pada tahun buku 2026. Nilai dividen interim yang lebih tinggi dari kuartal sebelumnya merupakan cerminan kinerja solid Perseroan pada semester I 2026. Terobosan ini diharapkan dapat menjadi hadiah bagi investor, bertepatan dengan bulan Kemerdekaan Republik Indonesia," ujar Hendra Lembong, Presiden Direktur BCA.

Kinerja keuangan perseroan hingga Juni 2026 mencatat penyaluran kredit tumbuh 8,0 persen secara tahunan hingga mencapai Rp1.036 triliun, yang menjadi level tertinggi sepanjang sejarah bank. Pertumbuhan kredit tersebut didorong oleh penghimpunan dana murah (CASA) sebesar Rp1.082 triliun atau naik 10,2 persen secara tahunan.

"Kami bersyukur dapat kembali menjalankan komitmen untuk membagikan dividen interim lebih dari satu kali pada tahun buku 2026. Nilai dividen interim yang lebih tinggi dari kuartal sebelumnya merupakan cerminan kinerja solid Perseroan pada semester I 2026," ujar Hendra Lembong, Presiden Direktur BCA.

Besaran dana dividen pada pembagian berikutnya akan disesuaikan kembali dengan perkembangan kondisi keuangan perseroan.

Berdasarkan struktur kepemilikan saham, PT Dwimuria Investama Andalan selaku pengendali dengan porsi 54,94 persen menjadi penerima porsi dividen terbesar. Penerima dividen terbesar lainnya mencakup Anthoni Salim dengan kepemilikan 1,15 persen, PT Tricipta Mandhala Gumilang sebesar 1,07 persen, serta PT Caturgwiratna Sumpala sebesar 1,02 persen saham.

Corporate Secretary BBCA Rudy Budiardjo mengonfirmasi jadwal pelaksanaan pembagian dividen tersebut.

Pasar reguler dan negosiasi mencatatkan jadwal cum dividen pada 28 Agustus 2026 dan ex dividen pada 31 Agustus 2026. Sementara itu, cum dividen pasar tunai dijadwalkan pada 1 September 2026 dengan ex dividen pada 2 September 2026, bersamaan dengan tanggal pencatatan pemegang saham (recording date) pada 1 September 2026 pukul 16.00 WIB, sebelum pembayaran tunai disalurkan pada 16 September 2026.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed