Investor Asing Terus Akumulasi Saham BBNI dengan Target Harga Naik

Smallest Font
Largest Font

Investor asing mencatatkan akumulasi beli bersih saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) senilai Rp 130,06 miliar pada periode 6 hingga 14 Agustus 2026, menurut Investor Daily.

Saham BBNI pada penutupan perdagangan Jumat, 14 Agustus 2026, menguat 0,55 persen ke Rp 3.630 per lembar saham dengan volume perdagangan 19,65 juta saham dan nilai transaksi Rp 71,03 miliar.

Dalam sebulan terakhir, saham BBNI naik 2,83 persen dengan rasio price to book value (PBV) 0,83 kali dan price earning ratio (PER) 6,29 kali, dilansir dari investor.id.

Mandiri Sekuritas dalam Investor Digest tanggal 14 Agustus 2026 mempertahankan rekomendasi beli untuk saham BBNI dengan target harga Rp 4.000 per saham.

Samuel Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp 4.700 per saham, menawarkan potensi kenaikan sekitar 29,47 persen dari harga acuan Rp 3.630 per saham, menurut riset mereka pada 7 Agustus 2026.

Menurut analis Samuel Sekuritas, tekanan utama BBNI adalah margin bunga bersih (NIM) yang tertekan akibat penarikan penuh saldo Simpanan Anggaran Lebih (SAL) Kementerian Keuangan sebesar Rp 84,7 triliun pada Oktober 2026.

"Penarikan dana tersebut berpotensi membuat struktur pendanaan BBNI lebih mahal," kata analis Samuel Sekuritas.

Meski demikian, pertumbuhan kredit BBNI pada kuartal II-2026 mencapai Rp 969 triliun, naik 24,4 persen secara tahunan dan 5,4 persen secara kuartalan, dengan pertumbuhan kuat di segmen korporasi dan menengah.

"Kualitas aset terus membaik, dengan rasio Loans at Risk (LAR) turun menjadi 8,1 persen dari 11 persen tahun sebelumnya," ujar analis Samuel Sekuritas.

Meski harga saham BBNI turun 14,79 persen sepanjang tahun ini hingga 14 Agustus 2026, Samuel Sekuritas menilai penurunan tersebut merupakan peluang bagi investor jangka panjang karena valuasi saham kini diperdagangkan di sekitar 0,7 kali P/BV 2026F, jauh di bawah rata-rata 10 tahun sebesar 1,1 kali.

Samuel Sekuritas juga menyoroti potensi dividend yield BBNI hingga 7,4 persen, menambah daya tarik saham ini bagi investor pendapatan dividen.

Harga saham BBNI pada pembukaan pasar 21 Agustus 2026 naik tipis 0,28 persen ke posisi Rp 3.600 per saham, sementara nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp 135 triliun, menurut fortuneidn.com.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed