Serangan Udara Rusia dan Ukraina Tewaskan 19 Orang

Smallest Font
Largest Font

Aksi saling serang menggunakan drone dan rudal antara Rusia dan Ukraina merontokkan berbagai fasilitas sipil serta merenggut sedikitnya 19 nyawa di kedua negara pada Minggu (16/8/2026).

Eskalasi serangan udara meluas di wilayah pemukiman Rusia bagian selatan. Menurut Gubernur Regional Yuri Slusar, gelombang drone Ukraina menyebabkan lima warga tewas di daerah Rostov. Korban jiwa lainnya tercatat di Belgorod, Kursk, Moskow, dan wilayah Ukraina yang dikuasai Rusia.

Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim berhasil merontokkan 822 drone di seluruh wilayahnya sepanjang Minggu malam. Pihak berwenang Moskow menegaskan bahwa rentetan rudal ini menjadi salah satu penyerangan udara terbesar belakangan ini.

"salah satu serangan drone terbesar dalam beberapa waktu terakhir," kata Gubernur wilayah Moskow, Andrey Vorobyov dilansir kantor berita AFP, Senin (17/8/2026).

Sementara itu, gempuran armada udara Rusia menghantam pabrik baja ArcelorMittal di Kryvyi Rih, kota kelahiran Presiden Volodymyr Zelensky. Penyerangan tersebut menewaskan dua orang, melukai 14 lainnya, dan memaksa produsen baja terbesar di Ukraina itu menghentikan sebagian operasional akibat kerusakan fasilitas inti.

Gempuran balasan beruntut juga menyasar pasar buku terbuka Pochaina di Kyiv hingga meratakan kios-kios pedagang. Serangan terpisah di Kryvyi Rih, Zaporizhzhia, Sumy, dan Donetsk turut menambah daftar korban tewas dari pihak Ukraina.

"Dulu ada toko. Dan buku-buku, dan bendera dari semua negara, semua negara. Banyak sekali. Dan hanya itu," kata Dmytro Semenukha, penjual buku berusia 45 tahun di pasar Pochaina kepada AFP.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengecam keras aksi bombardir penyerang yang terus merusak infrastruktur sipil. Dalam sepekan terakhir, wilayah Ukraina dihantam lebih dari 1.550 drone serang, 1.560 bom udara berpemandu, dan 62 rudal.

"di mana pun Rusia dapat menjangkau dengan rudal balistik mereka, mereka menyerang infrastruktur sipil," kata Zelensky melalui unggahan media sosial.

Pemerintah Ukraina kembali mendesak para negara sekutu untuk merespons situasi ini dengan segera memperkuat pasokan sistem pertahanan udara mereka.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed