Muhammad Shohibul Fikri Balas Sindiran Ganda Putra Prancis Toma Popov
Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Muhammad Shohibul Fikri memberikan balasan menohok atas kritik yang dilayangkan pasangan Prancis Toma Junior Popov dan Christo Popov dalam ajang BWF World Championships 2026.
Sorotan terhadap performa wakil Indonesia tersebut muncul usai ganda putra Prancis menderita kekalahan dari pasangan Jepang Takumi Nomora dan Yuichi Shimogami di babak 64 besar dengan skor 13-21 dan 17-21.
Toma Popov dalam wawancara di saluran YouTube Badminton Europe melontarkan kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit sekaligus mengkritik gaya servis spin yang dinilai kerap diperagakan oleh Fikri.
"Saya tidak tahu jika Anda melihat Fikri. Lihat servisnya Fikri, memakai gerakan lambat, dan Anda akan mengetahuinya," ujar Toma Popov, pemain ganda putra Prancis.
Toma menduga efektivitas teknik variasi servis tersebut menjadi faktor pendukung kesuksesan Fikri saat memenangi turnamen China Open serta Japan Open 2026.
"Kemudian kamu menang di China Open dan Japan Open 2026," kata Christo Popov, pemain ganda putra Prancis.
Kritikan tersebut terus dilanjutkan oleh Toma yang menyebut keberhasilan di lapangan bukan sekadar ditentukan oleh kapasitas teknis permainan.
"Mungkin itu kuncinya. Bukan soal menjadi pemain bulu tangkis yang hebat, tetapi cukup mengetahui bagaimana melakukan spin serve," kata Toma Popov.
Menanggapi sindiran yang menjadi perbincangan publik tersebut, Fikri memberikan respons langsung melalui unggahan di akun Instagram miliknya.
"HAHA. Kita menyebut itu skill bro," kata Muhammad Shohibul Fikri, pebulu tangkis ganda putra Indonesia.
Fikri juga menyarankan agar pasangan Prancis tersebut lebih fokus meningkatkan kualitas permainan mereka di lapangan pertandingan.
"Kenapa kamu tidak melatih servis kamu dan membuktikan diri menjadi juara," kata Muhammad Shohibul Fikri.
Respons membela Fikri turut disampaikan oleh kerabatnya, Giyan Fajar, yang menilai kritik Toma Popov disampaikan tanpa rasa hormat.
"Kamu sebaiknya tidak menyalahkan atau merendahkan orang lain seperti itu. Sebagai bagian dari keluarga sekaligus teman Fikri, saya merasa tersinggung dengan kata-kata yang kamu gunakan untuknya," kata Giyan Fajar, kerabat Fikri.
Giyan menekankan pencapaian Fikri yang berhasil menembus papan atas persaingan ganda putra dunia merupakan bukti kualitas sang pemain.
"Kalau menurutmu dia tidak jago main bulu tangkis, lantas bagaimana mungkin saat ini dia menempati peringkat 2 dunia di nomor ganda putra? Fikri itu orang yang selalu sopan dan penuh hormat, dari dulu sampai sekarang," kata Giyan Fajar.
Ia mengingatkan pentingnya menjaga etika dalam menyampaikan perbedaan pendapat di dunia olahraga profesional.
"Sekali lagi, Bro, tolong dijaga bicaranya. Kita boleh saja punya pendapat berbeda, tapi kita harus tetap saling menghargai," kata Giyan Fajar.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow