Siswa MAN Insan Cendekia Serpong Raih Tiga Medali di IESO 2026
Prestasi gemilang kembali dicatat oleh siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Serpong. Muhammad Ihsan, salah satu siswa berprestasi, berhasil meraih tiga medali dalam ajang bergengsi International Earth Science Olympiad (IESO) 2026 yang berlangsung di Turin, Italia, pada 20–27 Agustus 2026, dilansir dari Detikcom.
Ihsan membawa pulang Silver Medal untuk kategori International Team Field Investigation (ITFI). Selain itu, ia juga meraih dua Bronze Medal dalam kategori Earth System Project (ESP) dan Individual Test. Ajang ini diikuti oleh 34 tim nasional dari berbagai negara, dengan setiap negara mengirimkan empat siswa dan dua mentor pembina.
Kepala MAN Insan Cendekia Serpong, Hilal Najmi, menjelaskan bahwa IESO 2026 berlangsung selama delapan hari di Science Campus, University of Turin. Kompetisi ini menguji kemampuan peserta dalam berbagai aspek ilmu kebumian, mulai dari investigasi lapangan secara tim hingga tes individu.
"IESO 2026 berlangsung selama delapan hari di Science Campus, University of Turin, dan diikuti sekitar 35 tim nasional. Setiap negara mengirimkan empat siswa dan dua mentor pembina. Dalam kompetisi tersebut, Ihsan meraih medali pada tiga kategori yang menguji kemampuan berbeda, yaitu investigasi lapangan secara tim, proyek sistem kebumian, dan tes individual," ujar Hilal.
Perjalanan Menuju Puncak Prestasi
Perjuangan Ihsan untuk meraih prestasi ini dimulai dari tingkat olimpiade paling dasar. Pada 2025, ia berhasil memenangkan Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang kebumian. Kemenangan ini membuka jalan baginya untuk mengikuti rangkaian pembinaan menuju IESO.
"Ihsan sebelumnya merupakan peraih Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Kebumian 2025 yang kemudian mengikuti rangkaian pembinaan IESO secara bertahap," tutur Hilal.
Selama pembinaan, Ihsan menjalani berbagai pelatihan intensif. Pada Pembinaan Tahap II di Yogyakarta, ia belajar tentang ilmu kebumian melalui kelas teori, praktikum laboratorium, dan praktik lapangan. Materi yang dipelajari meliputi geologi, meteorologi, oseanografi, astronomi, geofisika, dan geomorfologi.
"Pada Pembinaan Tahap II di Yogyakarta, Ihsan mendapat pembelajaran kebumian melalui kelas, praktikum laboratorium, dan praktik lapangan, dengan materi antara lain geologi, meteorologi, oseanografi, astronomi, geofisika, dan geomorfologi. Dari proses seleksi dan pembinaan itulah Ihsan kemudian terpilih menjadi bagian dari delegasi Indonesia ke Turin," kata Hilal.
Dari 16 siswa peraih OSN Kebumian 2025 yang mengikuti pembinaan, Ihsan berhasil lolos seleksi ketat untuk mewakili Indonesia di IESO 2026.
Tentang IESO 2026
International Earth Science Olympiad (IESO) merupakan kompetisi internasional yang fokus pada ilmu kebumian. Peserta ditantang untuk menyelesaikan berbagai soal dan studi kasus terkait geosfer, hidrosfer, atmosfer, serta sains keplanetan.
Tahun ini, Italia menjadi tuan rumah ajang tersebut. Selama delapan hari, siswa dari lebih dari 40 negara berkompetisi dalam berbagai tantangan ilmiah yang diselenggarakan di sepanjang Pegunungan Alpen, geopark Piedmont, dan laboratorium universitas.
Dorongan untuk Pengembangan Kompetensi
Capaian Ihsan tidak hanya membanggakan dirinya sendiri, tetapi juga seluruh civitas akademika MAN Insan Cendekia Serpong. Hilal Najmi menegaskan bahwa prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan talenta sains di madrasah mampu menghantarkan siswa untuk bersaing di tingkat internasional.
"Bagi MAN Insan Cendekia Serpong, capaian ini menunjukkan bahwa pembinaan talenta sains di madrasah dapat mengantarkan siswa untuk berkompetisi pada level internasional. Tiga medali yang diraih Ihsan juga menjadi bagian dari rekam jejak MAN IC Serpong dalam mendorong siswa mengembangkan kompetensi akademik sekaligus kemampuan bekerja dalam tim dan menyelesaikan persoalan berbasis ilmu kebumian," pungkas Hilal.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow