SMK Kesehatan Cianjur dan KEK Batang Siapkan SDM Sesuai Kebutuhan Industri

Smallest Font
Largest Font

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kesehatan Cianjur melakukan revitalisasi menyeluruh yang mencakup fasilitas, metode pembelajaran, dan digitalisasi untuk menyiapkan lulusan siap kerja di bidang kesehatan, sementara Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang menggelar pelatihan Tailor Made Training (TMT) untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja industri manufaktur. Revitalisasi SMK Kesehatan Cianjur menghadirkan ruang praktik yang lebih luas dan tertata menyerupai kondisi rumah sakit, dilengkapi dengan smart TV untuk pembelajaran interaktif, sehingga siswa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih nyata dan mendalam, menurut Selyna Mulya Gunawan, siswi kelas XII Asisten Keperawatan. Elvira Mutia Suparman menambahkan bahwa laboratorium yang dikembangkan seperti mini klinik memungkinkan siswa memahami keterkaitan pelayanan kesehatan, farmasi, dan Teknologi Laboratorium Medis (TLM), sekaligus mempersiapkan praktik kerja lapangan dan dunia kerja secara efektif.

Guru kurikulum SMK Kesehatan Cianjur, Fitri Ramadhan, menjelaskan bahwa kapasitas laboratorium kini memadai untuk lebih banyak siswa, sehingga pembelajaran praktik dapat dilakukan secara bersamaan dengan nyaman. Perbaikan juga meliputi ruang kelas, toilet, musala, dan fasilitas pendukung lainnya untuk mendukung pembelajaran.

Yanti Indriyanti, guru Produktif Keperawatan sekaligus Kepala Program Keahlian, menyatakan metode pembelajaran kini lebih modern, interaktif, dan berbasis kompetensi yang menyesuaikan standar dunia kerja, dengan penggunaan perangkat digital yang memperkaya visualisasi materi anatomi dan fisiologi. Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cianjur, Fajar Ferdian, menegaskan pentingnya penguatan kualitas SDM melalui pendidikan vokasi agar lulusan tidak hanya berpengetahuan, tetapi juga memiliki keterampilan dan kesiapan menghadapi perkembangan dunia kerja di bidang kesehatan.

Di sisi lain, KEK Industropolis Batang menggelar kerja sama peningkatan kompetensi SDM dan penempatan tenaga kerja dengan pelatihan TMT selama 10 hari pada 10-21 Agustus 2026, diikuti 50 peserta dari Batang dan sekitarnya, menyediakan pelatihan berbasis kompetensi, rekrutmen, sertifikasi, dan pemagangan. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Kawasan Industri Terpadu Batang, Angga Arie Saputra, berharap program ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi calon tenaga kerja dan industri.

HR Manager PT Trax Sumbiri Indo, M Hari Nasrullah, menyebut program TMT membantu perusahaan mengakses tenaga kerja yang telah dibekali sesuai kebutuhan industri manufaktur garmen. Kepala BBPVP Semarang, Fikri Kurniakiki, menambahkan bahwa pelatihan tidak hanya fokus pada kemampuan teknis, tetapi juga kedisiplinan, ketelitian, tanggung jawab, kemampuan kerja tim, dan komunikasi agar peserta siap bekerja di industri. Setelah pelatihan, peserta memperoleh sertifikasi kompetensi dari lembaga terafiliasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan sertifikat BBPVP Semarang. Sebanyak 80 persen peserta sudah diterima bekerja setelah seleksi tenaga kerja.

Salah satu peserta, Dias Alfi Yuhani, menilai pelatihan memberikan bekal keterampilan menjahit dari nol dan pendampingan pengembangan soft skill dan hard skill sesuai kebutuhan perusahaan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed