Spain Tekuk Argentina di Final Piala Dunia 2026
Tim nasional Spain sukses menumbangkan juara bertahan Argentina dengan skor 1-0 dalam laga final Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, New Jersey, pada Minggu (19/7/2026) waktu setempat. Gol tunggal kemenangan La Roja dicetak oleh penyerang pengganti Ferran Torres pada menit ke-106 babak perpanjangan waktu.
Dilansir dari nbcsports.com, gelandang Spain Rodri tampil dominan dalam meredam pergerakan kapten Argentina Lionel Messi sepanjang pertandingan. Statistik menunjukkan Messi tidak melepaskan satu pun tembakan dan hanya mencatat dua sentuhan di kotak penalti Spain, sementara Rodri mencatat 116 sentuhan dibandingkan dengan 54 sentuhan milik Messi sebelum digantikan pada menit ke-99.
Berdasarkan data nbcsports.com, Rodri menyelesaikan 101 dari 106 operan, menciptakan dua peluang, melepaskan 16 operan ke sepertiga akhir lapangan, memenangi empat tekel, serta unggul dalam 8 dari 10 duel darat. Penampilan impresif tersebut sekaligus mengunci gelar juara dunia kedua bagi sejarah sepak bola Spain.
Sebelum pertandingan berlangsung, Lionel Messi sempat mengunggah pesan melalui akun Instagram pribadinya yang menarik perhatian masif netizen dengan meraih 5 million suka dalam waktu 8 jam. Dilansir dari vietnam.vn, unggahan foto seluruh skuad Albiceleste tersebut memicu spekulasi mengenai masa depan internasional pemain berusia 39 tahun itu.
"La cosa migliore, nel corso degli anni, non è venuta dai titoli, ma dal percorso intrapreso" kata Lionel Messi, Kapten Argentina.
Pesan emosional tersebut kemudian berlanjut dengan penegasan mengenai rasa kekeluargaan di dalam tim nasional. Messi menyampaikan apresiasi besar kepada seluruh rekan setim dan staf yang telah berjuang bersama.
"Grazie a ognuno dei miei compagni di squadra, grazie allo staff tecnico e a tutte le persone straordinarie che lavorano ogni giorno per mantenere questa Nazionale come una famiglia" ujar Lionel Messi, Kapten Argentina.
Melalui tulisan yang sama, Messi menekankan bahwa pencapaian timnya telah mengukir sejarah yang tidak akan pernah terlupakan oleh publik sepak bola. Unggahan ini pun langsung menjadi viral di berbagai media sosial.
"Qualunque cosa accada domani, tutti insieme abbiamo scritto una storia che non verrà mai dimenticata e niente potrà cancellarla" ucap Lionel Messi, Kapten Argentina.
Selepas penyerahan medali perak oleh Presiden Donald Trump, Messi terlihat menangis di hadapan para pendukung Argentina yang berada di tribun selatan stadion. Menanggapi masa depan sang kapten, pelatih Argentina Lionel Scaloni memberikan pandangannya saat menghadiri Fanatics Fest di New York City sebelum laga final.
"He is pure history. He is history, legend" kata Lionel Scaloni, Pelatih Argentina.
Scaloni juga menambahkan bahwa pencapaian seorang pemain yang mampu menembus babak final turnamen terbesar di usia 39 tahun merupakan sebuah hal yang luar biasa. Ia menyamakan karisma Messi dengan legenda masa lalu Argentina, Diego Maradona.
"Reaching a final at 39 years of age, I think it is something unbelievable. That is why I said we must enjoy it. It happened with (Argentine midfielder) Diego Maradona.
We miss him. Messi is still with us" ujar Lionel Scaloni, Pelatih Argentina.
Mantan pemain Barcelona itu sempat mengenang masa kecilnya saat tumbuh besar di Rosario bersama keluarganya sebelum pindah ke Spanyol akibat masalah hormon pertumbuhan. Kenangan bermain sepak bola tanpa beban tersebut disampaikan Messi saat merespons pertanyaan Tom Brady.
"We grew up playing soccer with passion" ucap Lionel Messi, Kapten Argentina.
Messi menjelaskan bahwa kecintaan terhadap sepak bola itu tumbuh secara alami di jalanan dan sekolah. Mereka bermain murni karena gairah terhadap olahraga tanpa memikirkan tekanan eksternal.
"We played everywhere. We played on the street. We played at school.
We played on teams. We didn't think about pressure. It was just natural play" tutur Lionel Messi, Kapten Argentina.
Di sisi lain, penghormatan besar tetap diberikan oleh kubu lawan setelah pertandingan berakhir. Kapten tim nasional Spain, Rodri, menyampaikan kekagumannya terhadap kualitas yang dimiliki oleh sang megabintang lawan.
"It goes beyond words what Messi means as a player, what he means for Argentina" kata Rodri, Kapten Spain.
Rodri menegaskan pandangannya mengenai status Messi dalam sejarah sepak bola dunia. Baginya, penyerang Inter Miami tersebut merupakan sosok pemain terbaik yang pernah ada.
"Obviously, for me, he's the greatest of all time" ujar Rodri, Kapten Spain.
Ketika ditanya kembali pascapertandingan mengenai potensi pensiunnya Messi dari kompetisi internasional, Scaloni mengaku tidak mengetahui keputusan akhir sang pemain. Menurutnya, Messi selalu memiliki cara untuk memberikan kejutan kepada tim pelatih.
"What do I know? Ask him. I don't have the foggiest idea, to be honest. He doesn't stop surprising us" cetus Lionel Scaloni, Pelatih Argentina.
Kehadiran Messi di sepak bola Amerika Serikat juga mendapat respons positif dari Komisioner MLS, Don Garber. Garber menyatakan dampak kedatangan pemenang delapan Ballon d'Or tersebut memberikan keuntungan yang melampaui ekspektasi liga.
"I love the fact that Messi is our guy" kata Don Garber, Komisioner MLS.
Garber menyebut keputusan Messi memilih MLS di atas tawaran klub global lainnya merupakan sebuah kebanggaan besar. Dampak komersial maupun popularitas yang dibawa terbukti sangat masif bagi perkembangan kompetisi domestik.
"He chose to be here. He passed on any other place he could go. ... That has delivered for MLS in ways we never imagined. None of us understood what Messi was when he was playing for Barcelona, when he was playing in Paris" tutur Don Garber, Komisioner MLS.
Garber menambahkan bahwa melihat performa impresif Messi di semifinal Piala Dunia hingga menembus babak final merupakan mimpi yang menjadi kenyataan bagi ekosistem sepak bola Amerika Serikat. Kebahagiaan sang pemain dinilai menjadi kunci utama performa apiknya.
"The fact that he would have a right-footed cross at the last minute of the semifinal of the World Cup, and be able to win a game in front of the world and be in the final, and then take off his Argentina jersey and put on an MLS jersey, I never dreamed that would happen. And he's happy. Happy players are good. It's been amazing" pungkas Don Garber, Komisioner MLS.
Berdasarkan laporan northjersey.com, Lionel Messi dan Rodrigo De Paul dipastikan akan mendapatkan waktu istirahat sejenak dari tim kepelatihan sebelum kembali memperkuat Inter Miami dalam lanjutan musim reguler Major League Soccer melawan Chicago pada 22 Juli 2026.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow