Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Argentina 1-0

Smallest Font
Largest Font

Tim nasional Spanyol berhasil merengkuh gelar juara Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan Argentina dengan skor 1-0 pada laga final di New Jersey, Senin (20/7) dinihari WIB. Gol tunggal kemenangan La Furia Roja dicetak oleh pemain pengganti, Ferran Torres, pada babak perpanjangan waktu menit ke-106.

Dilansir dari sport.detik.com, hasil ini membuat Spanyol mencatatkan rekor tidak terkalahkan dalam 38 pertandingan berturut-turut sejak Maret 2024. Skuad asuhan Luis de la Fuente melampaui rekor dunia sebelumnya milik Italia dengan 37 laga tanpa kekalahan. Sepanjang turnamen di Amerika Utara tersebut, Spanyol meraih tujuh kemenangan beruntun setelah sempat ditahan imbang 0-0 oleh Cape Verde di laga pembuka fase grup.

Keberhasilan ini menandai trofi Piala Dunia kedua bagi Spanyol setelah tahun 2010. Selain membawa pulang trofi utama, armada Matador mendominasi penghargaan individu FIFA. Penjaga gawang Unai Simon menyabet Golden Glove setelah mencatat tujuh clean sheet dan hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen, sedangkan bek berusia 19 tahun, Pau Cubarsi, dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik.

Gelandang sekaligus kapten Spanyol, Rodri, terpilih sebagai pemain terbaik turnamen dan berhak atas penghargaan Golden Ball. Pencapaian ini menjadi pembuktian luar biasa bagi penggawa Manchester City tersebut setelah sempat menderita cedera robekan Anterior Cruciate Ligament (ACL) dan kerusakan meniskus pada September 2024.

"Kami adalah juara dunia. Saya sayang gembira dan proud dengan para pemain. Kami telah menutup sebuah bab yang sangat penting.

Lebih jauh lagi, ini adalah sebuah tim dengan sebuah sejarah yang panjang. Kami memikirkan apa yang akan datang selanjutnya," cetus De la Fuente usai pertandingan dilansir AS.

Sebelum bersinar di Piala Dunia, Rodri harus melewati masa pemulihan panjang akibat cedera horor yang sempat diprediksi bakal menurunkan performanya secara permanen.

"Saya merasa sangat baik. Dalam pikiran saya, semuanya baik-baik saja," kata Rodri dikutip dari laman Manchester City, Senin (20/7/2026).

Gelandang yang juga memenangi Ballon d'Or 2024 ini menambahkan bahwa dukungan keluarga dan ketangguhan mental menjadi kunci utama kesembuhannya.

"Saya tidak merasa lutut saya goyah. Saya perlu meningkatkan kekuatan otot paha dan semuanya. Itu hal yang paling penting," lanjutnya.

Pemain bernomor punggung 16 itu terpaksa mengambil metode latihan intensif yang berbeda demi mengembalikan kebugaran fisiknya seperti semula.

"Saya menghabiskan waktu bersama keluarga dan melatih beberapa bagian tubuh saya agar bisa kembali lebih kuat," katanya.

Manajer Manchester City, Pep Guardiola, sejak awal telah memprediksi bahwa gelandangnya tersebut akan bangkit tepat waktu demi turnamen akbar ini.

"Kalian bertanya kapan Rodri kembali ke bentuk terbaik? Dia akan melakukannya pada Piala Dunia 2026," tegas Guardiola dilansir dari Sky Sports.

Guardiola meyakini proses pemulihan selama berbulan-bulan tidak akan mereduksi kualitas sang pemain di level internasional.

"Rodri adalah pemain yang luar biasa, tapi tidak ada pemain yang bisa tampil hebat lagi setelah cedera enam sampai delapan bulan. Maka nanti tunggu tahun depan (Piala Dunia 2026-red), Anda akan melihatnya," tambahnya.

Gelar Bola Emas ini membuat Rodri bersanding dengan deretan legenda sepak bola seperti Lionel Messi dan Zinedine Zidane, sekaligus memupus ambisi Messi untuk meraih penghargaan individu tersebut secara historis setelah Argentina kalah di final.

"Generasi baru harus melihat bahwa seorang pemain yang pernah berada di puncak, kemudian jatuh ke titik terendah, tetap bisa bangkit kembali. Ini adalah contoh bagaimana menghadapi kesulitan," ujar Rodri, dikutip dari ESPN.

Pemain tengah tersebut menggarisbawahi bahwa kesuksesan La Roja di Amerika Utara bersumber dari soliditas taktik dan kebersamaan tim yang kokoh.

"Tim ini luar biasa. Kami adalah juara dunia dua kali. Ini adalah pencapaian yang sangat sulit, apalagi kami melakukannya melawan tim seperti Argentina," katanya.

Di sisi lain, satu-satunya penghargaan individu utama yang lepas dari genggaman Spanyol adalah Sepatu Emas atau Golden Boot, yang diraih oleh penyerang Prancis Kylian Mbappe dengan koleksi 10 gol.

"I think Lamine [Yamal] is an incredible player," Porro said, beaming about his teammate.

Pedro Porro memuji performa rekan setimnya yang masih berusia 19 tahun tersebut, yang sukses menjadi andalan meski hanya mencetak satu gol selama fase grup melawan Arab Saudi.

"He's a young boy, but I think the most important thing for him now is to congratulate him because he's a young boy and won the World Cup today. I think the best moment in my life, in the life for him. I think it's for me, [he's an] incredible player," ujarnya.

Sementara itu, kiper Unai Simon langsung mengalihkan fokusnya untuk menatap turnamen edisi berikutnya pada tahun 2030, di mana Spanyol akan bertindak sebagai salah satu tuan rumah bersama Portugal dan Maroko.

"Winning a World Cup, there is nothing else on a sporting level. It cannot be compared to the Euro Cup, which is something historic; it cannot be compared to the Nations League, which is also something spectacular," jika Simon.

Simon mengingatkan rekan-rekannya untuk menikmati momen kemenangan langka ini sebelum bersiap mempertahankan gelar di kandang sendiri.

"But winning a World Cup is unique. As I tell you, we had to wait 16 years. I think we only have to wait four to get another star, but for now, I think we have to enjoy it and be aware of what we've done," ucapnya.

Pedro Porro juga membagikan momen emosionalnya mengenai pesan dari sang kakek sesaat sebelum pertandingan final berlangsung di New Jersey.

"Since you are very little, you go in search of a dream, and the truth is, today I have carried out some words that my grandfather said to me a few days ago: 'Bring it home, son.' I don't even know what to think right now; I'm just looking forward to getting out of here and calling him, because I'm sure he will be very happy, very emotional, and I, too," tutur Porro memungkasi.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed