Spanyol Tembus Final Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Prancis
Tim nasional Spanyol berhasil mengamankan tiket ke babak final Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Prancis dengan skor 2-0 dalam laga semifinal yang berlangsung di AT&T Stadium, Arlington, Texas, Amerika Serikat, pada Rabu, 15 Juli 2026, dini hari WIB.
Kemenangan La Roja dipastikan melalui eksekusi penalti Mikel Oyarzabal pada menit ke-22 dan gol dari bek kanan Tottenham Hotspur, Pedro Porro, pada menit ke-58 yang memanfaatkan umpan balik dari Dani Olmo.
Hasil ini mengantarkan Spanyol ke partai puncak Piala Dunia untuk kedua kalinya dalam sejarah mereka sekaligus memperpanjang rekor tidak terkalahkan tim asuhan Luis de la Fuente menjadi 37 pertandingan sejak Maret 2024.
Bagi Tottenham Hotspur, keberhasilan ini memastikan klub asal Inggris tersebut kembali memiliki pemain berstatus juara dunia menyusul kehadiran Porro di final, serta keberadaan Djed Spence di tim Inggris, dan Cristian Romero serta Marcos Senesi di skuad Argentina yang akan saling berhadapan di semifinal lainnya.
Kesuksesan ini disambut luar biasa oleh keluarga Kerajaan Spanyol yang turut melakukan nonton bareng mengenakan jersey timnas dan telah dikonfirmasi oleh pihak istana untuk hadir langsung dalam laga final di New Jersey pada hari Minggu mendatang.
Pemain bertahan Spanyol, Pedro Porro, yang dinobatkan sebagai Man of the Match dalam laga tersebut, mengungkapkan rasa emosionalnya setelah berhasil mencetak gol krusial dan membawa negaranya ke laga puncak.
"Mimpi yang menjadi kenyataan… jujur saja, saya bahkan tidak pernah membayangkan hal seperti ini, bahkan dalam mimpi terliar saya sekalipun," kata Porro dilansir dari Reuters.
Bek berusia 26 tahun tersebut menambahkan bahwa dominasi permainan timnya menjadi kunci utama untuk meredam perlawanan Les Bleus.
"Kami melakukan semuanya dengan benar melawan tim yang sedang tampil gemilang di Piala Dunia," kata Porro.
Porro juga memuji kerja sama tim yang solid serta strategi penguasaan bola tinggi yang mereka terapkan sepanjang pertandingan.
"Salah satu faktor kunci yang membawa kami ke final adalah penguasaan bola," tambah Pedro Porro.
Menurut Porro, keberhasilan ini adalah milik seluruh elemen tim yang telah bekerja keras bersama selama turnamen berlangsung.
"Ini adalah kemenangan bagi tim yang luar biasa, sekelompok pemain spektakuler – kemenangan bagi ke-26 pemain," kata Porro.
Di sisi lain, kekalahan ini membuat Prancis harus memupus harapan meraih trofi juara dunia ketiga mereka dan harus puas bersiap menghadapi laga perebutan tempat ketiga di Miami.
Pelatih timnas Prancis, Didier Deschamps, secara jantan mengakui keunggulan strategi serta efektivitas permainan yang ditunjukkan oleh kubu lawan.
"Para pemain sangat terpukul, tetapi kita harus berpikiran jernih: secara teknis, kita kalah. Itu adalah kesalahan kita," kata Deschamps.
Deschamps juga menyoroti kelemahan skuadnya yang kurang presisi dalam mengalirkan bola serta mengantisipasi transisi cepat Spanyol.
"Kami kurang presisi teknis dan energi. Tim Spanyol sangat pandai mematahkan serangan dengan membaca pergerakan lawan dan umpan-umpan yang dicegat. Kami berharap bisa lebih menyulitkan mereka dalam menyerang," kata Deschamps.
Kekecewaan serupa diutarakan oleh penyerang andalan Prancis, Kylian Mbappe, yang merasa timnya tidak tampil dalam level terbaik yang dibutuhkan untuk laga semifinal.
"Kami tidak menampilkan performa yang kami inginkan, baik secara taktik, teknik, maupun dari segi level keseluruhan," timpal Mbappe.
Mbappe menilai kegagalan mengeksekusi rencana permainan dengan disiplin menjadi penyebab utama kekalahan Les Bleus.
"Ketika Anda gagal melakukan apa yang seharusnya Anda lakukan di semifinal Piala Dunia, Anda tidak akan menang," kata Mbappe.
Ia juga menyayangkan buruknya komunikasi dan sentuhan pertama timnya saat mendapatkan momentum menguasai bola kembali.
"Spanyol tetap berpegang pada rencana dan keyakinan mereka. Ada kurangnya komunikasi dalam tekanan kami... bahkan ketika kami merebut kembali penguasaan bola, umpan pertama dan sentuhan pertama kami tidak layak untuk semifinal Piala Dunia," pungkasnya.
Sementara itu, pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, dengan bangga memberikan pujian tinggi kepada para pemainnya pascapertandingan di Arlington tersebut.
"The message (to the players beforehand) was that we’re facing one of the best national teams," kata De la Fuente dilansir dari The New York Times.
De la Fuente menegaskan bahwa kekompakan dan kerja sama tim menjadi senjata utama yang membuat Spanyol sangat sulit dikalahkan oleh lawan mana pun.
"But they (France) would have in front of them the best team. That’s the key. We are a team. When we play like a team, we’re unbeatable," kata De la Fuente.
Ketika ditanya mengenai calon lawan yang ia harapkan di laga final nanti antara Inggris atau Argentina, De la Fuente mengaku menghormati kekuatan kedua tim tersebut.
"For the first time in history, the four best national teams in the FIFA rankings have reached the semifinals. It shows the footballing potential that exists in this World Cup," kata De la Fuente dilansir dari Yahoo Sports.
Pelatih berusia 65 tahun itu menyatakan kesiapannya menghadapi siapa pun yang lolos dari laga semifinal kedua.
"We’re not in a position to have preferences, it’s all the same to us. Obviously, I’d be excited to play against Argentina because of the friendship I have with Scaloni, but I also have tremendous respect for England’s potential—they would be a very tough opponent as well. We’re waiting for either of them with open arms," kata sang pelatih.
Merespons pernyataan De la Fuente, pelatih timnas Argentina, Lionel Scaloni, memberikan pesan hangat menjelang laga semifinal timnya melawan Inggris.
"We’ll see what happens. Am I going to call him? Depending on how things go, I’ll call him.
If we win, no. If we lose, I’ll try to help him out. Hopefully there won’t be any need to call him until after the final," kata Scaloni.
Pemenang antara Inggris dan Argentina akan langsung menantang Spanyol pada laga final Piala Dunia 2026 yang dijadwalkan berlangsung di MetLife Stadium, New Jersey, pada Minggu, 19 Juli 2026.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow