Sukses Manga Tokyo Ghoul dan Kritik Adaptasi Anime Studio Pierrot
Tokyo Ghoul, manga yang dibuat oleh Sui Ishida, menjadi salah satu serial paling terkenal di genre horor psikologis. Awalnya diterbitkan sebagai one-shot pada 2011, serial ini kembali dengan jadwal mingguan mulai 8 September 2011 dan langsung menarik perhatian karena gaya cerita dan seni yang unik serta detailnya yang rumit.
Popularitas manga ini mendorong Studio Pierrot untuk membuat adaptasi anime pada tahun 2014. Namun, adaptasi tersebut justru mendapat kritik dari penggemar karena kualitas animasi yang dianggap tidak maksimal dan beberapa perubahan pada cerita di musim sekuel serta Tokyo Ghoul: re.
Meskipun begitu, karya seni Sui Ishida tetap diakui sebagai salah satu yang terbaik di industri manga dengan nuansa kelam dan kasar yang khas. Manga asli sudah berakhir pada tahun 2014, lalu Sui Ishida melanjutkannya dengan sekuel Tokyo Ghoul: re yang dirilis sebulan setelah manga utama tamat.
Lagu pembuka musim pertama anime Tokyo Ghoul, "Unravel," dipuji luas, tetapi penurunan kualitas animasi di musim berikutnya menjadi sorotan negatif. Setelah 15 tahun berlalu sejak anime selesai, penggemar masih menginginkan remake yang lebih setia terhadap karya asli.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun manga Tokyo Ghoul mendapat tempat khusus di hati pembaca, adaptasi animenya belum mampu memenuhi ekspektasi para penggemar, terutama dalam hal kualitas visual dan kesetiaan cerita, seperti dikutip dari Detikcom.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow