Survei HKU dan Deloitte Catat Adoption AI Perusahaan Hong Kong Naik

Smallest Font
Largest Font

Lebih dari 64 persen organisasi di Wilayah Administratif Khusus Hong Kong dan Tiongkok daratan telah memperluas penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam proses produksi pada Selasa (25/8/2026). Angka tersebut meningkat lebih dari 8 poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya berdasarkan hasil studi Deloitte China dan University of Hong Kong (HKU).

Riset terhadap 205 eksekutif senior dari berbagai sektor seperti layanan kesehatan, manufaktur, jasa keuangan, dan ritel itu mencatat sebanyak 33,7 persen responden telah menerapkan AI di banyak tim. Jumlah tersebut melonjak dari angka 14,7 persen pada tahun lalu.

Penggunaan AI yang memberikan estimasi pengembalian investasi (ROI) tertinggi berpusat pada pekerjaan pengetahuan internal serta penjualan dan pemasaran. Hasil efisiensi dan penghematan biaya juga terlihat pada sektor TI, perangkat lunak, produk, serta penelitian dan pengembangan.

Namun, sejumlah responden mengaku nilai ROI yang direalisasikan masih di bawah harapan akibat kendala proses internal, kualitas data, dan keamanan. Penjelasan teknis mengenai fenomena kurva J dalam penerapan teknologi ini disampaikan oleh pihak akademisi yang terlibat dalam riset.

"Ini bukan hal yang mengejutkan karena sudah dikenal adanya apa yang disebut kurva-J teknologi dalam adopsi AI -- yaitu pada awalnya Anda turun tetapi akhirnya akan naik," ujar Li Jin, Direktur Centre for AI, Management and Organization di HKU.

Peningkatan adopsi teknologi ini juga didukung oleh pemangku kepentingan industri serta pemerintah setempat melalui penyediaan alokasi program pendukung. Menurut Li Jin, keberhasilan implementasi AI tidak hanya bergantung pada kecanggihan perangkat keras semata.

"Ini menunjukkan bahwa, selain teknologi saja, manusia, proses, semua hal ini akan penting dalam melangkah ke depan dengan ini," kata Li Jin, Direktur Centre for AI, Management and Organization di HKU.

Survei terpisah dari Hong Kong Telecommunications pada akhir Juli menunjukkan 67 persen dari sekitar 300 perusahaan lokal telah menerapkan, menguji coba, atau berencana menggunakan AI. Lebih dari 80 persen responden di antaranya berniat menambah investasi AI dalam 12 bulan ke depan.

Sekretaris Keuangan Hong Kong Paul Chan Mo-po menyebutkan adopsi AI pada UKM berpotensi membuka manfaat ekonomi hingga 65 miliar dolar HK pada 2035. Pemerintah HKSAR berencana meluncurkan versi pembaruan dari Digital Transformation Support Pilot Programme akhir tahun ini untuk membantu UKM mengadopsi solusi AI.

Di samping perkembangan teknologi, Hong Kong juga tengah bersiap memanfaatkan ajang APEC 2026 untuk memperkuat posisinya sebagai pusat keuangan dan diplomasi ekonomi internasional. Pertemuan para menteri keuangan dijadwalkan berlangsung di Hong Kong pada Oktober 2026, dilanjutkan dengan KTT pemimpin APEC di Shenzhen pada November 2026.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed