Tantowi Yahya Tuntaskan Misi Diplomasi Budaya Musik di Eropa
Penyanyi sekaligus diplomat senior Tantowi Yahya bersama Thomshell Band menyelesaikan misi diplomasi budaya bertajuk Strings of Equator - Musical Journey to Indonesia di Denmark, Spanyol, dan Belanda. Acara yang mempromosikan musik Nusantara tersebut dipadati diplomat hingga masyarakat lokal setempat, sebagaimana dilansir dari Detik Hot pada Rabu (9/9/2026).
Lonjakan jumlah pengunjung dalam rangkaian pertunjukan seni di tiga negara benua Eropa tersebut tercatat melampaui perkiraan awal. Para tamu yang hadir tidak hanya menyaksikan pertunjukan, melainkan turut serta menari bersama sepanjang acara berlangsung.
"Misi kami menggaungkan nama Indonesia lewat nada dan cerita alhamdulillah berjalan lancar. Sungguh di luar ekspektasi saya, ternyata pengunjung membludak, 'pecah'. Mereka yang hadir tak hanya sekadar nonton tapi juga ikut larut dalam keceriaan dengan bergoyang bersama," kata Tantowi Yahya, penyanyi sekaligus diplomat senior.
Antusiasme tinggi juga terlihat saat rombongan tampil di Denmark. Sejumlah pejabat penting tingkat Eropa tampak hadir dan menikmati alunan musik daerah yang dibawakan.
"Waktu di Denmark, Menteri Lingkungan Hidup Norwegia secara khusus hadir, bahkan mereka larut dalam suasana acara, Pak Menteri ikut berjoget bersama para tamu undangan yang 99% semuanya bule," ujar Tantowi Yahya.
Dalam aksinya, mantan pembawa acara Who Wants to Be a Millionaire? Indonesia ini menyelipkan edukasi mengenai sejarah perkembangan musik Indonesia. Wilayah barat dijelaskan mendapat pengaruh Melayu, Arab, India, dan Tiongkok, kawasan tengah dipengaruhi keraton serta asimilasi Portugis, sedangkan bagian timur kental dengan nuansa Pasifik.
Sejumlah lagu daerah dan nasional seperti Alusi Au, Bengawan Solo, Balada Pelaut, Gemu Fa Mi Re, dan Poco-Poco dibawakan untuk mengenalkan kekayaan seni Nusantara kepada audiens internasional.
"Inilah kekayaan budaya Indonesia yang kami perkenalkan ke dunia. Alhamdulillah sambutan sangat meriah dan positif. Harapan kami misi ini akan berpengaruh secara pariwisata dan investasi secara berkesinambungan," tutur Tantowi Yahya, mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Selandia Baru.
Penyelenggaraan misi diplomasi budaya ini mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan, LPDP, Dana Indonesia Raya, Pertamina, BRI, Secret Garden, YKDK, serta KBRI Oslo dan KBRI Den Haag.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow