Grup Teater Satu Lampung Gelar Pertunjukan Musyawarah Burung
Grup Teater Satu Lampung menggelar pementasan seni berjudul Musyawarah Burung pada 14-15 September 2026 di Taman Budaya Lampung, seperti dilansir dari Detikcom. Karya ini diadaptasi dari novel klasik spiritual sufisme abad ke-12 dan 13 Masehi buatan Fariduddin Attar.
Sutradara sekaligus penulis naskah, Iswadi Pratama, menjelaskan bahwa lakon Musyawarah Burung menyajikan alegori mengenai perjalanan hidup manusia dalam mencari kesetiaan diri serta kebenaran hakiki.
"Saya butuh waktu lebih dari 10 tahun untuk mempelajari dan memahami novel bergaya alegoris," kata Iswadi Pratama, Sutradara Teater Satu Lampung.
Alur cerita berfokus pada perjalanan sekelompok burung yang mencari Raja Burung bernama Simurgh, sekaligus mencerminkan kecenderungan sifat manusia dalam menentukan sudut pandang serta arah tujuan hidupnya.
"Saya menemukan relevansi antara novel tersebut dengan kenyataan zaman dimana kita hidup sekarang. Hidup manusia seperti kehilangan pusat gravitasi; melayang-layang tak tentu arah terbawa arus zaman yang tak dapat dikendalikan," kata Iswadi Pratama, Sutradara Teater Satu Lampung.
Pementasan ini melibatkan 14 aktor yang memegang peran ganda sebagai burung dan penempuh. Seluruh pemain telah menjalani latihan fisik ketat selama enam bulan guna membina keterampilan serta stamina panggung.
"Dipilihnya Musyawarah Burung sebagai teks pertunjukan dengan alasan utama bahwa saat ini semakin sulit ditemukan pertunjukan teater yang mengangkat isu spiritualisme sekaligus kritik social yang tajam," kata Wika, Pimpinan Produksi Teater Satu Lampung.
Proyek pertunjukan ini turut melibatkan musisi, videografer, dan sineas asal Yogyakarta. Setelah usai di Lampung, grup teater ini dijadwalkan mentas di Teater Black Box Salihara pada 19-20 September 2026.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow