Tingkat Okupansi Perkantoran Jakarta Meningkat Didukung Fleksibilitas dan ESG
Tingkat keterisian ruang perkantoran di Jakarta menunjukkan tren positif dengan okupansi mencapai rata-rata 76 persen di kawasan CBD, terutama pada gedung kelas premium yang mencatat okupansi 83 persen. Kondisi ini menandai penurunan jumlah ruang kantor kosong atau 'berhantu' di ibu kota.
Meski masih tersedia sekitar 3 juta meter persegi ruang perkantoran yang belum terserap, banyak pemilik gedung kini menawarkan berbagai insentif seperti sewa fleksibel dan periode bebas bayar sewa untuk menarik penyewa baru.
Laporan dari Colliers Indonesia menyebutkan bahwa faktor selain harga sewa mulai menjadi pertimbangan utama penyewa. Kesiapan ruang kerja, kemudahan akses transportasi publik, dan penerapan standar lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) menjadi kunci pemulihan pasar perkantoran.
Menurut Kepala Riset Colliers Indonesia, Ferry Salanto, pasar perkantoran pulih tidak hanya karena harga sewa yang kompetitif, tetapi juga karena kebutuhan akan kualitas ruang yang mendukung kelangsungan bisnis penyewa. Gedung yang menawarkan ruang siap pakai dan akses mudah ke transportasi publik memiliki daya tarik lebih besar.
Kondisi pasokan gedung di kawasan CBD tetap stabil pada 7,4 juta meter persegi karena tidak ada gedung baru yang selesai dibangun baru-baru ini. Hal ini diperkirakan akan mempercepat penyerapan ruang kantor dalam beberapa tahun mendatang.
Permintaan ruang perkantoran di Jakarta diprediksi terus bertambah hingga akhir tahun, terutama dari sektor logistik, energi, dan fintech, baik perusahaan lokal maupun asing. Untuk menjaga momentum pemulihan, penyedia gedung perlu menawarkan fleksibilitas, aksesibilitas, serta efisiensi biaya okupansi yang tinggi.
Kondisi pasar yang masih menguntungkan penyewa mengharuskan pemilik gedung lebih inovatif dalam menyediakan fasilitas dan layanan, menunjang keberlanjutan dan efisiensi operasional bagi penyewa di tengah perubahan kebutuhan ruang kerja.
Data dan analisis ini dikutip dari laporan Colliers Indonesia dan disampaikan pada Agustus 2026, seperti diberitakan oleh Detikcom.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow