TNI AL dan BPOLBF Pacu Penanganan Bencana Gempa M7,7 NTT
Komando Daerah TNI Angkatan Laut VI menyalurkan 25 ton bantuan kemanusiaan ke Nusa Tenggara Timur menyusul bencana gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan tersebut pada Sabtu (15/8/2026).
Pengiriman bantuan logistik dan obat-obatan tersebut dilepas langsung di Apron Baseops Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, pada Selasa (18/8/2026) untuk didistribusikan ke sejumlah titik seperti Labuan Bajo, Nabire, dan Maumere.
Komandan Komando Daerah TNI Angkatan Laut VI Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz menyatakan penyiapan armada militer ini ditujukan untuk mempercepat distribusi kebutuhan mendesak para korban pengungsian di daerah terdampak.
"Kehadiran TNI Angkatan Laut dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen TNI untuk senantiasa hadir bersama pemerintah dan seluruh unsur terkait dalam membantu masyarakat, khususnya pada saat menghadapi bencana," ujar Andi Abdul Aziz.
Selain sembako dan perlengkapan medis, bantuan logistik seberat 25 ton tersebut mencakup perlengkapan bayi, selimut, makanan siap saji, serta air minum yang diangkut menggunakan pesawat Hercules menuju Lanud El Tari Kupang.
"Kegiatan kemanusiaan ini merupakan bentuk nyata kepedulian dan kebersamaan kita kepada saudara-saudara yang sedang terdampak bencana. Semoga yang disalurkan dapat meringankan beban masyarakat serta membantu mempercepat proses pemulihan di wilayah terdampak," kata Andi Abdul Aziz.
Pengiriman bantuan ini memuat ratusan kilogram pasokan medis untuk mengantisipasi ancaman penyakit di titik-titik pengungsian sementara.
"Bantuan yang dikirim ke lokasi terdampak bencana gempa di NTT kurang lebih sebanyak 25 ton bantuan termasuk ratusan kilogram obat-obatan," kata Andi Abdul Aziz.
Pelepasan bantuan udara ini turut dihadiri jajaran Forkopimda Sulawesi Selatan, termasuk Gubernur Sulawesi Selatan, Pangdam XIV/Hasanuddin, dan Kapolda Sulawesi Selatan.
Dampak gempa M7,7 tersebut turut memicu kerusakan infrastruktur penunjang di sektor pariwisata Flores, termasuk fasilitas penginapan dan beberapa terminal bandara udara.
Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores mencatat sebanyak 12 hotel dan 8 fasilitas homestay mengalami kerusakan dengan tingkat ringan hingga berat di Kabupaten Nagekeo dan Kabupaten Manggarai.
Gangguan operasional penerbangan dilaporkan masih terjadi di Bandara H. Hasan Aroeboesman Ende, Bandara Soa-Bajawa, Bandara Frans Sales Lega Ruteng, serta Bandara Umbu Mehang Kunda Waingapu akibat retakan bangunan dan evaluasi keselamatan.
Meski demikian, aktivitas pelayaran di Pelabuhan Marina Labuan Bajo dan kawasan Taman Nasional Komodo telah dibuka kembali secara normal dengan mencatatkan pergerakan 308 kapal wisata yang membawa 3.651 penumpang pada Minggu (16/8/2026).
Otoritas pariwisata setempat masih menutup sementara sejumlah destinasi darat untuk evaluasi keamanan, di antaranya Goa Rangko di Manggarai Barat, Desa Waerebo di Manggarai, serta Taman Nasional Kelimutu di Kabupaten Ende.
Lembaga kemanusiaan Rumah Zakat juga memfokuskan penyaluran bantuan darurat pada kelompok rentan seperti balita, lansia, ibu hamil, serta warga di pelosok yang akses jalannya terputus.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow