Gubernur dan Relawan Dorong Pemulihan Kesehatan Pascagempa NTT
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena dan relawan kesehatan bekerja bersama untuk pemulihan kondisi pascagempa magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah itu pada 15 Agustus 2026.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 136 orang meninggal dunia, 1.762 luka-luka, dan lebih dari 60 ribu warga mengungsi. Kerusakan meliputi hampir 99 ribu rumah serta ratusan fasilitas pendidikan, tempat ibadah, dan kesehatan.
Agus Nurjaman, perawat RSUD Cililin Kabupaten Bandung Barat, bersama 260 relawan tenaga kesehatan dikerahkan untuk membantu warga di Kabupaten Manggarai Timur selama dua pekan sejak 7 September 2026.
"Ini adalah panggilan kemanusiaan. Kita sebagai makhluk sosial sudah selayaknya membantu saudara kita yang terdampak bencana. Menjadi relawan kesehatan merupakan wujud pengabdian saya," ujar Agus.
Perjalanan menuju lokasi tugas membutuhkan waktu panjang, termasuk perjalanan darat selama 15 jam dari Bandara Komodo Labuan Bajo ke Manggarai Timur. Agus menyampaikan tantangan seperti jalan rusak, krisis air bersih, dan gempa susulan yang menyebabkan trauma mendalam bagi warga.
"Rata-rata mereka mengeluhkan hipertensi karena psikis yang terganggu. Makanya di sini, kami selain melakukan penanganan medis juga ikut membantu trauma healing," kata Agus.
Gubernur Melki Laka Lena meninjau RSUD Ende dan meminta perhatian khusus bagi tenaga kesehatan yang terdampak gempa agar pelayanan tetap optimal.
"Ini saya minta perhatian serius dari Pak Bupati, Wakil Bupati dan jajaran untuk memberikan perhatian khusus juga kepada para nakes kita yang merupakan garda terdepan dalam urusan penanganan gempa ini," ujar Melki.
Melki mengingatkan agar pemerintah daerah mendata rumah tenaga kesehatan yang rusak untuk bisa diberikan bantuan. Ia juga mengapresiasi dedikasi tenaga kesehatan di tengah situasi tanggap darurat.
"Jaga kesehatan, ya," pesan Gubernur Melki kepada para tenaga kesehatan.
Kementerian Kesehatan mengirimkan 160 tenaga cadangan kesehatan batch kedua untuk memperkuat layanan psikososial dan kesehatan mental di wilayah terdampak seperti Ngada, Manggarai, Manggarai Barat, dan Manggarai Timur.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Sumarjaya, menyampaikan pendekatan batch kedua lebih fokus pada dukungan kesehatan mental dan trauma masyarakat pascagempa.
"Pendekatannya agak berbeda karena ini lebih kepada psikososial, bagaimana kita memberangkatkan tenaga-tenaga yang memberikan kesehatan mental bagi masyarakat di daerah Flores," ujar Sumarjaya.
Relawan PMI Belitung juga dikerahkan untuk mendukung layanan rumah sakit lapangan di Manggarai, terutama dalam aspek sanitasi dan kebersihan (WASH) yang vital untuk operasional rumah sakit pascagempa.
Bustam Nawawi, sanitarian PMI Belitung, bertugas selama 14 hari untuk menjaga aspek air, sanitasi, dan kebersihan sebagai bagian dari dukungan nonmedis penting di rumah sakit lapangan.
Di RSUD Borong, Kabupaten Manggarai Timur, meskipun bangunan dinyatakan aman, trauma gempa membuat sebagian pasien memilih dirawat di tenda darurat.
Gubernur Melki memantau kondisi pelayanan di RSUD Borong dan menyatakan pelayanan di tenda dan gedung rumah sakit harus diatur agar pasien merasa aman.
"Kami harus tetap sabar. Saya melihat seluruh penanganan sudah berjalan dengan baik. Pelayanan di sini, di tenda maupun di dalam gedung, harus diatur dengan baik," ujar Melki.
Melki juga mendorong tenaga kesehatan agar menjaga kesehatan diri di tengah tugas berat mereka.
Direktur RSUD Borong, Kresensia Nensy, menyampaikan kebutuhan penambahan dokter spesialis ortopedi dan tenaga penunjang agar pelayanan dapat berjalan optimal di masa pascagempa.
RSUD Borong memiliki kapasitas normal 119 tempat tidur, melayani sekitar 60 pasien rawat inap dan 70 pasien rawat jalan, namun saat ini hanya memaksimalkan perawatan di lantai satu dan tenda darurat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow