Todotua Pasaribu Pantau Kondisi Kontingen Indonesia Akibat Banjir Nagoya
Chef de Mission (CdM) Indonesia Todotua Pasaribu terus memantau perkembangan situasi di Nagoya, Jepang, pada Rabu (9/9/2026), menyusul banjir besar yang melanda kota tuan rumah Asian Games 2026 tersebut.
Langkah penanganan ini diambil guna memastikan keselamatan dan persiapan para atlet Indonesia yang berada di lokasi, sebagaimana dilansir dari Detik Sport.
Berdasarkan laporan Straitstimes, curah hujan ekstrem mencapai 104 mm per jam melanda Nagoya pada Selasa (8/9/2026). Cuaca buruk ini merembes ke sejumlah lokasi pertandingan dan memaksa ratusan atlet Asian Games dievakuasi dari penginapan menuju area aman.
Pemerintah setempat langsung menerbitkan instruksi evakuasi di beberapa kawasan terdampak. Tim nasional bola basket Indonesia menjadi rombongan pertama yang tiba di Jepang pada Selasa (8/9/2026), setelah terbang dari Surabaya transit Singapura pada Senin (7/9/2026) malam.
Pihak official kontingen terus berkoordinasi dengan tim manajer di lokasi guna mengantisipasi penutupan aktivitas fasilitas umum secara menyeluruh.
"Kami memonitoring terus sejak tadi malam. Memang kondisi pagi ini dari pemerintah Nagoya, ofisial dari pemerintah provinsi Nagoya sudah mengeluarkan warning untuk me-lock seluruh kegiatan yang ada di Nagoya," kata Todotua saat ditemui di Wisma Serba Guna, GBK, pada Rabu (9/9/2026).
Situasi darurat akibat faktor cuaca buruk ini memicu penyesuaian jadwal serta skenario latihan bagi para atlet di lapangan.
"Jadi impact-nya bukan cuma kita tapi semua yang hadir di sana. Kami dengan tim manajer di sana memikirkan untuk mencari tempat latihan darurat," tutur Todotua.
Kebijakan penghentian operasional oleh otoritas setempat mencakup sektor publik secara luas demi keamanan seluruh warga dan tamu mancanegara.
"Tapi secara prinsip ini keputusan pemerintah setempat provinsi Nagoya memang lock semua, tak hanya sport tapi tempat pelayanan umum, sekolah juga," kata Todo.
CdM Indonesia memastikan pemantauan akan terus berlanjut secara intensif bersama pihak penyelenggara demi keamanan seluruh rombongan.
"Seperti Pak Menpora sampaikan ini bukan hal dibuat-buat, kita tetap memonitor kondisi yang ada," pungkas Todotua.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow