Tom Rahill Juara Python Challenge 2026 dengan 96 Piton di Everglades
Tom Rahill dinobatkan sebagai juara dalam Python Challenge 2026 setelah berhasil menangkap 96 ular piton Burma di Taman Nasional Everglades, Florida, Amerika Serikat, pada Juli 2026, dalam kompetisi tahunan berburu piton yang melibatkan peserta lintas negara.
Acara ini diikuti oleh 907 pemburu dari 30 negara dan berhasil menyingkirkan 280 ular piton dari kawasan Everglades. Rahill, mantan pengusaha teknologi informasi berusia 69 tahun, menggunakan sepeda listrik untuk menyusuri area sulit dijangkau dan berhasil menemukan sarang dengan 98 telur piton.
Hadiah utama sebesar USD 10.000 (Rp 179 juta) diberikan kepada Rahill, sementara rekan pemburunya, Rahm Levinson, memperoleh hadiah USD 1.000 untuk menangkap piton terpanjang sepanjang lima meter.
Florida Fish and Wildlife Conservation Commission (FWC) mencatat bahwa sejak 2013, saat Python Challenge pertama kali digelar, lebih dari 1.600 piton berhasil dihapus melalui kontes tahunan ini, dan total lebih dari 28.000 ular piton telah disingkirkan dari Everglades sejak tahun 2000.
Rahill menjelaskan bahwa ia memburu piton selama sehari penuh dengan perencanaan matang meskipun mengalami masalah kesehatan seperti sakit punggung dan cedera lutut.
"Saya hanya bisa berburu selama sehari penuh. Postur saya sudah bungkuk. Saya sudah merencanakannya selama berbulan-bulan," ujar Rahill, dikutip detikNET dari Naples News.
Rahill mendirikan organisasi nirlaba Swamp Apes pada 2008 untuk mengajak veteran dan petugas tanggap darurat terlibat dalam petualangan luar ruangan, termasuk berburu piton. Ia dan rekan berhasil menangkap bayi-bayi ular yang baru menetas dan memasukkannya ke kantong tahan robek.
Meski upaya perburuan ini berhasil mengurangi jumlah piton, para ahli dan pengamat satwa menyatakan bahwa piton Burma sudah menjadi predator ganas yang mengakar kuat di Everglades dan sulit diberantas secara menyeluruh.
Ahli biologi satwa liar Forrest Galante menyatakan, "Masalah piton Burma di Florida benar-benar sudah di luar kendali. Terlepas dari upaya pembasmian yang terus berlangsung, peluang menyingkirkan ular-ular tersebut sepenuhnya sangat, sangat rendah, yaitu satu berbanding sepuluh."
Galante menggambarkan piton sebagai ancaman yang memusnahkan spesies asli di Everglades dengan memangsa berbagai mamalia, burung, dan reptil, termasuk hewan terancam punah seperti bangau kayu dan tikus kayu Key Largo.
South Florida Water Management District menyebut piton sebagai salah satu spesies paling merusak di Everglades, yang mengancam fungsi ekosistem lahan basah untuk pariwisata dan stabilitas lingkungan.
Koordinator FWC, Sarah Funk, menegaskan pentingnya menghapus piton untuk melindungi satwa liar asli Florida Selatan.
"Menyingkirkan piton Burma dari ekosistem sangat krusial bagi kelangsungan hidup spesies asli yang menjadikan wilayah ini rumah. Python Challenge adalah cara luar biasa bagi publik untuk terlibat langsung melindungi Everglades. Tiap ular yang disingkirkan memberi dampak berarti," ujar Funk.
Pemburu veteran Bayo Hernandez menjelaskan tantangan menemukan piton di alam liar, terutama dalam kondisi cuaca kering pada 2026 yang membuat ular lebih sulit dilacak.
"Butuh waktu berjam-jam melakukan ini," kata Hernandez. "Medsos membuatnya terlihat sangat gampang. Jika Anda pikir gampang, datang dan coba sendiri.
Datanglah ke sini. Habiskan berjam-jam. Berkendara bermil-mil jauhnya.
Berhari-hari dan berbulan-bulan. Pekerjaan ini sangat berat."
Pada akhirnya, usaha Hernandez membuahkan hasil dengan menemukan piton sepanjang 2,1 meter setelah pencarian panjang di Everglades.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow